oleh

3 Ibadah Penting di Ujung Bulan Ramadan, Apa Saja?

PortalMadura.Com – Selama sebulan penuh umat Muslim menjalankan puasa Ramadan. Di setiap hari-harinya ada banyak pahala yang dilipatgandakan sebagaimana yang sudah dijanjikan oleh Allah SWT. Tentunya, mereka yang dikehendaki akan mendapatkannya.

Biasanya, di awal-awal puasa orang berantusias menjalankan ibadah suci ini, sedangkan di akhirnya tidak sedikit yang kurang bersemangat untuk mendapatkan pahala lebih. Padahal, ada ibadah penting di ujung bulan Ramadan ini.

Ada tiga amalan yang perlu diketahui dan dilakukan. Dilansir PortalMadura.Com, Sabtu (24/4/2021) dari laman Okezone.com, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsamin menjelaskan ketiga ibadah itu yakni:

Zakat Fitrah Diwajibkan atas Setiap Kaum Muslimin

Zakat Fitrah ditunaikan dengan mengeluarkan satu Sha’ (kurang lebih 3 kg) bahan makanan pokok, sebagai pembersih bagi orang yang melaksanakan ibadah puasa dan sebagai bahan makanan bagi orang-orang miskin. Rasulullah bersabda :

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

Dari Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma, dia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat Fitri untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkara sia-sia dan perkataan keji, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin.[1] Karena zakat Fitri ini merupakan kewajiban kita semua, maka hendaklah kita melaksanakannya dengan benar dalam rangka mentaati perintah Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya“.

Dikutip dari laman Almanhaj disebutkan, karena zakat Fitri ini merupakan kewajiban umat Muslim, maka hendaklah Anda melaksanakannya dengan benar dalam rangka mentaati perintah Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya.

Jadi, sebagai umat yang beriman, hendaklah mengeluarkan zakat untuk diri Anda dan orang-orang yang berada dalam tanggungan Anda. Ingat, pilihlah bahan makanan pokok yang terbaik yang Anda mampu dan yang paling bermanfaat, karena zakat ini hanya satu sha’ dalam setahun.

Dan dikarenakan juga tidak ada seorang pun di dunia ini yang tahu dan bisa menjamin bahwa dia akan bisa melaksanakan zakat ini lagi pada tahun yang akan datang. Apakah Anda mau dan rela berbuat bakhil untuk diri Anda sendiri yaitu dengan mengeluarkan zakat dari bahan makan pokok yang jelek atau yang lebih jelek dari yang Anda makan?. Jawabannya, tentu tidak.

Ibadah Kedua yaitu Ibadah Takbir

Allah Azza wa Jalla telah menjelaskan dalam firman-Nya:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allâh atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur“[Al-Baqarah/2:185].

Maka hendaklah bertakbir dengan mengucapkan :

اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ , لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Takbir ini diucapkan dengan suara keras oleh kaum laki-laki namun bagi kaum wanita maka takbîr ini dilakukan dengan suara perlahan.

Ibadah Ketiga yaitu Salat Idul Fitri

Dalam rangka pelaksanaan ibadah ini, Rasulullah telah memerintahkan kepada para lelaki dan wanita hingga para wanita perawan dan pingitan serta orang yang tidak memiliki kebiasaan keluar rumah untuk keluar melaksanakannya.

Rasulullah memerintahkan mereka semua termasuk wanita yang sedang haid diperintahkan untuk keluar agar dapat menyaksikan kebaikan dan doanya kaum Muslimin. Para wanita yang sedang haid ini tentu harus menjauh dari tempat salat sehingga tidak duduk di tempat salat Ied

Wahai kaum Muslimin! Hendaklah kita keluar semua laki dan perempuan untuk salat hari raya dalam rangka beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla dan melaksankan perintah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta berharap kebaikan dan doanya kaum Muslimin“.

Berapa banyak kebaikan yang diturunkan oleh Allâh Azza wa Jalla dan betapa banyak doa-doa yang diijabahi (dikabulkan) oleh Allâh SWT. Hendaknya para lelaki keluar dalam keadaan bersih dan memakai minyak wangi serta mengenakan pakaian terbaik mereka.

Namun bagi kaum wanita, hendaknya keluar tanpa berhias dan menggunakan wewangian. Disunahkan, saat berangkat salat Îd dengan berjalan kaki kecuali ada uzur seperti tidak mampu berjalan dan tempatnya jauh.

Tidak hanya itu, di akhir-akhir bulan penuh keberkahan ini hendaklah kaum Muslimin mengevaluasi diri apakah yang sudah diperbuat. Karena, bulan ini akan menjadi saksi di hari akhirat atas semua perbuatan yang telah dilakukan. Saksi yang akan memberatkan atau saksi yang meringankan.

Hendaklah memanfaatkan waktu untuk bergegas bertaubat, memohon ampun kepada Allâh Azza wa Jalla dan memperbanyak amal salih. Semoga semua kebaikan yang telah dilakukan setelah menyadari berbagai kesalahan dan kekurangan, bisa menutupi kekurangan-kekurangan yang telah dilakukan pada hari-hari sebelumnya. Wallahu A’lam.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : Okezone.com

Komentar