oleh

3 Macam Doa Kunut yang Perlu Umat Islam Ketahui

PortalMadura.Com – Doa kunut merupakan doa yang paling sering dibaca oleh umat islam, biasanya dibaca sesudah iktidal pada rakaat terakhir dalam salat tertentu. Seperti halnya, salat subuh.

Doa kunut juga dibaca ketika seseorang ingin memiliki hajat atau keinginan. Menurut, Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, kebanyakan orang tahunya kunut adalah bacaan saat salat subuh saja. Namun ternyata ada tiga jenis doa kunut dan masing-masing memiliki keutamaan.

Berikut tiga macam doa kunut, dilansir PortalMadura.Com, Rabu (18/03/2020), dari laman Okezone.com, di antaranya:

Qunut Nazilah

Qunut Nazilah disini dibaca ketika terjadi peristiwa atau musibah yang menimpa, seperti bencana alam. Selain itu contohnya pada kasus terbunuhnya para ahlul qurra’ (para hafidz Alquran) di sumur ma’unah, wabah penyakit, dan lain sebagainya.

Qunut Salat Witir

Qunut Salat Witir biasanya dibaca ketika memasuki rakaat ketiga sebelum rukuk, yakni pada setiap salat sunah atau dilakukan pada akhir salat witir setelah rukuk, khususnya di separuh kedua bulan ramadan.

Qunut Salat Subuh

Doa qunut yang dibaca ketika salat subuh sudah sangat umum diketahui, yaitu dibaca pada rakaat kedua atau terakhir salat subuh setelah iktidal.

Dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab Majmu’ yang ditulisnya:

Artinya: “Dalam Madzhab (madzhab Syafi’i) disunahkan membaca qunut dalam Salat Subuh, baik karena ada mushibah maupun tidak. Inilah pendapat mayoritas ulama Salaf” (al-Majmu’, juz 1, h: 504).

“Sedangkan untuk kunut Subuh, dibacakan pada rakaat kedua Salat Subuh,” terang Ustadz Ainul Yaqin.

Ustadz Ainul Yaqin melanjutkan, beberapa imam atau ulama terdahulu juga memiliki pendapat berbeda-beda tentang kesunahan membaca doa kunut saat salat subuh, di antaranya:

Menurut pengikut Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad doa kunut salat subuh hukumnya itu tidak disunahkan, karena hadis Nabi SAW bahwa ia pernah melakukan doa kunut pada saat salat fajar selama sebulan telah dihapus (mansukh) dengan ijmak.

Menurut pengikut Imam Malik (Malikiyyah) doa kunut salat subuh hukumnya sunah, tetapi disyaratkan pelan saja (sirr).

Baca Juga : Makna Doa Kunut yang Perlu Umat Islam Ketahui

Sedangkan menurut Syafi’iyyah, hukumnya sunah ab’adl (jika lupa atau tertinggal sunah sujud sahwi). Hal itu dilakukan pada rakaat kedua salat subuh. Sebab Rasulullah SAW ketika mengangkat kepala dari rukuk (i’tidal) pada rakaat kedua salat subuh membaca kunut.

Sementara itu hadis riwayat Ibnu Mas’ud juga menjelaskan hal serupa:

Artinya: Diriwayatkan oleh Ibn Mas’ud: “Bahwa Nabi Muhammad SAW telah melakukan doa qunut selama satu bulan untuk mendoakan atas orang-orang Arab yang masih hidup, kemudian Nabi SAW meninggalkannya” (HR. Muslim). Waallahu A’lam.

Rewriter : Azizah
Sumber : Okezone.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar