3 Nikmat yang Bisa Dicapai dengan Syukur

3 Nikmat yang Bisa Dicapai dengan Syukur
ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Ketika mendapatkan kenikmatan berupa kekayaan, masa muda, dan kesehatan umat Muslim patut mensyukurinya. Sebab, tanpa rasa syukur kenikmatan tersebut tidak akan bisa didapatkan lagi. Padahal, semua nikmat yang ada di dunia ini hanyalah karunia bahkan titipan Allah SWT. Untuk itu, sebagai seorang mukmin tidak pantas bersikap sombong, membanggakan diri, bahkan takabbur.

Dilansir PortalMadura.Com, Senin (29/7/2019) dari laman republika.co.id, Sayyiduna Abu Bakar As-Shiddiq r.a, mengatakan: ”Ada tiga hal yang tidak bisa dicapai dengan tiga hal lainnya (melainkan hanya dengan izin Allah): yaitu kekayaan tidak bisa dicapai dengan cita-cita semata; keremajaan tidak akan dapat dicapai dengan disemir semata; dan kesehatan tidak akan dapat dicapai dengan obat-obatan semata”.

Nasihat Abu Bakar di atas dapat dipahami bahwa setiap kekayaan yang dimiliki tidak semata-mata bisa dicapai dengan cita-cita. Begitu pula dengan keremajaan atau masa muda, tidak dapat dikembalikan dengan menyemir rambut yang beruban atau dengan cara yang lainnya, sebab hal ini berkaitan dengan usia. Sedangkan usia berkaitan dengan zaman dan zaman itu tidak dapat dimundurkan.

Untuk kesehatan, ia tidak dapat diraih dengan memakai obat-obatan bila orang yang bersangkutan jatuh sakit, melainkan yang menyembuhkannya pada hakikatnya adalah Allah semata. Umat Islam hanya dianjurkan untuk berikhtiar, sedangkan yang menentukan hasilnya adalah Allah.

Baca Juga: Ciri-ciri Umat Islam Tulus Bertobat

Jadi, untuk apa yang Anda dapatkan disombongkan? Apa yang membuat Anda takabur?. Apa yang menjadikan Anda membanggakan diri?. Kalau kenikmatan itu semua, pada hakikatnya bukan milik Anda, dan hanya karunia Allah. Di sinilah hakikat bersyukur. Bersyukur artinya Anda menyadari semua kekayaan, harta yang melimpah ruah, masa remaja, kesehatan, dan kenikmatan lainnya merupakan anugerah Allah.

Maka dalam hal kenikmatan, berlaku “rumus matematika” syukur, yaitu apabila Anda bersyukur, niscaya Allah akan menambahkan nikmat yang diberikan-Nya kepada Anda. Sebaliknya, jika Anda kufur, tentu Anda akan mendapat azab yang pedih dari Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah: ”Maka, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nilmat)-Ku” (QS Al-Baqarah : 152).

Oleh karena itu, semoga semua umat Islam menjadi hamba Allah yang pandai mensyukuri nikmat-Nya dan bukan seseorang yang hanya bisa mengingkari nikmat-Nya. Ingatlah, nasihat sahabat Nabi, Abu Bakar RA, di atas bahwa kekayaan, keremajaan atau masa muda, dan kesehatan itu dapat dicapai semata-mata dengan izin Allah. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.