oleh

3 Permintaan Rasulullah Selepas Subuh

PortalMadura.Com – Subuh merupakan waktu seseorang memulai aktivitas, juga doa yang menunjukkan bahwa ketiga hal yang diminta Rasulullah adalah sesuatu yang sangat penting dan bermanfaat bagi kehidupan sebelum melakukan aktivitas.

Doa yang biasa Rasulullah pinta pada pagi hari yaitu “Allahumma innii asaluka ‘ilman naafi’a, wa rizqan thayyibaa, wa ‘amalan mutaqabbalaa” (Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima)” (HR Ibnu Majah dan Ahmad).

Melansir dari Republika.co.id, Kamis, (6/8/2020), penjabaran dari doa rasulullah yaitu :

Ilmu Bermanfaat (Ilman Naafi’a)

Ilmu yang bermanfaat merupakan hal yang perlu didahulukan dan diutamakan sebagai bekal hidup bagi manusia. Ilmu yang bermanfaat akan mengantarkan kepada kesuksesan hidup di dunia agar bahagia, dan pula saat di akhirat. “Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim).

Berkaitan dengan ilmu yang bermanfaat, Nabi SAW bersabda: Dari Abdullah bin Al-Ash, bahwa Rasulullah berlindung dari empat perkara yaitu: “Ya Allah aku berlindung kepadamu dari hati yang tidak khusyuk, doa yang tidak terkabul, nafsu yang tidak puas, dan ilmu yang tak bermanfaat.”

Baca juga : Berharap Keinginan Lekas Terkabul? Coba Dengan Cara Mendoakan Orang Lain

Rezeki yang Baik (Rizqan Thayyibaa)

Dengan ilmu yang bermanfaat, seseorang akan dapat memilah rezeki antara yang halal dan yang haram. Diperkuat dengan hadis yang berbunyi “Sesungguhnya yang halal sudah jelas dan yang haram pun sudah jelas pula.” (HR Bukhari dan Muslim).

Alquran juga memerintahkan agar kaum Muslimin memastikan diri mengonsumsi rezeki dari hasil yang baik-baik. Tertuang dalam hadis yaitu “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allâh, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu beribadah.” (QS al-Baqarah [2]: 172).

Amal yang Diterima (Amalan Mutaqabbalaa)

Amalan yang diterima di sisi Allah dan mendatangkan pahala bagi orang yang mengerjakannya. Syarat amalan itu diterima saat dikerjakan dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Nabi SAW. Dalam hal ini, Allah SWT berfirman: “Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (QS al-Kahfi [18]: 110).

Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu menjalani dan mengamalkan yang Rasulullah perintahkan.

Penulis : Oktaviana Palupi A
Sumber : Republika.co.id

Komentar