3 Puasa Sunah di Bulan Zulhijah dan Keutamaannya

Avatar of PortalMadura.com
3 Puasa Sunah di Bulan Zulhijah dan Keutamaannya
Ilustrasi

PortamMadura.Com – Memasuki bulan Zulhijah itu artinya hari raya Idul Adha 1439 H juga semakin dekat. Hari raya Idul Adha sendiri akan jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Pada 10 hari di awal bulan Zulhijah, yakni mulai 13 Agustus 2018 hingga 22 Agustus 2018, dikenal sebagai hari-hari emas sepanjang tahun 2018.

Bahkan 10 hari pertama di bulan Zulhijah menjadi hari yang mengalahkan 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Pasalnya, di saat yang sama, kaum muslimin yang tengah melaksanakan ibadah haji sedang menjalankan rukun haji yang utama yaitu wukuf di Arafah.

Ada beberapa puasa sunah yang bisa dilakukan dan mendatangkan banyak sekali keutamaan serta pahala selama 10 hari awal di bulan Zulhijah. Hal tersebut berdasarkan hadis yang artinya, “Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk digunakan beribadah sebagaimana halnya hari-hari sepuluh Zulhijah.”

Selain itu “Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan salat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan salat pada malam lailatul qadar.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Baihaqi).

Baca Juga:  10 Muharam 1444 H, Momentum Santuni Anak Yatim

Lantas apa saja puasa sunah yang bisa dilakukan?

Berikut penjelasannya:

Puasa Arafah
Puasa Arafah merupakan salah satu puasa sunah yang bisa dilakukan jelang hari raya Idul Adha. Biasanya, puasa ini dilakukan setiap tanggal 9 Zulhijah, di mana kaum Muslimin yang tengah melaksanakan ibadah haji sedang menunaikan wukuf di Arafah.

Untuk mengimbangi mereka, umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji dianjurkan untuk berpuasa.

Keutamaan puasa Arafah sungguh istimewa. Yakni, dihapuskan segala dosa selama setahun yang lalu, dan setahun yang akan datang di jaga Allah untuk tidak berbuat dosa atau maksiat.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam hadis yang diriwayatkan Abu Qatadah al-Anshari ra: “Dan Rasulullah SAW ditanya tentang berpuasa di hari Arafah. Maka, baginda bersabda, ‘Ia menebus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang’.” (HR Imam Muslim).

Baca Juga:  10 Muharam 1444 H, Momentum Santuni Anak Yatim

Selain itu, umat muslim yang berpuasa Arafah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda di hari tersebut.

Puasa Tarwiyah
Sebelum melaksanakan puasa Arafah, umat muslim dapat menunaikan puasa Tarwiyah. Artinya, puasa Tarwiyah dapat dilakukan pada tanggal 8 Zulhijah.

Keistimewaan puasa Tarwiyah yaitu menghapus dosa yang dibuat tahun lalu. Adapun, niat puasa Tarwiyah sebagai berikut: “Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala”. Artinya, “Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Puasa Zulhijah
Ketika bulan Zulhijah tiba, umat muslim mulai dapat melaksanakan puasa Zulhijah. Dimulai sejak tanggal 1 hingga 7 Zulhijah 1439 H. (tribunnews.com/Desy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.