oleh

3 Siswi Tak Lulus MA, Gegara Buat Video Joget TikTok dan Langgar Tatib

PortalMadura.Com, Sampang – Tiga siswi kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Tarbiyatul Aulad, Desa Tebanah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tidak lulus kelas akhir.

Ketiganya dinilai sering melanggar tata tertib (Tatib) sekolah hingga membuat konten video TikTok dan viral di media sosial.

Pemeran pada video TikTok itu, Elvisa Helena Dasilva, Ernawati dan Sofiyanti. Mereka mengenakan seragam sekolah.

Video TikTok dibuat di halaman belakang sekolah pada Januari 2021.

Video joget TikTok ketiga siswi tersebut kini beredar luas di berbagai platform media sosial dan diketahui pihak pemangku kebijakan sekolah.

Kabarnya, diantara salah satu pemeran video joget TikTok, ada yang mengalami depresi. Ia memilih menyendiri di rumah.

“Anak saya sampai depresi, tidak mau makan dan mengurung diri di kamarnya. Saya khawatir, dia tidak mau sekolah lagi,” kata Ibu Sri Wahyuni, wali siswi Elvisa, Rabu (9/6/2021).

Kepala MA Tarbiyatul Aulad, Fahrur Rozi, menyampaikan, ketiga siswi tidak lulus bukan karena video joget TikTok. Namun, mereka banyak melanggar aturan di lingkungan sekolah.

“Kedisiplinan, dan keaktifan ketiga siswi kurang dijaga di sekolah, dan kami pernah memanggil wali murid. Namun, tidak ada perkembangan atau perubahan dari siswi,” ungkapnya.

Baca Juga : TikTok dan Kehidupan Remaja Madura

Sementara itu, Kasi Pendma, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sampang, Mawardi menjelaskan, siswi tersebut tidak sampai dikeluarkan dari sekolah. Tetapi, mereka tetap diberikan pembinaan.

“Kami telah koordinasi dengan sekolah terkait masalah terhadap tiga siswa. Jadi, sifatnya untuk pembinaan, dan terpenting mereka tidak sampai dikeluarkan dari sekolah,” tuturnya.

Diakui, kebijakan yang diberikan Madrasah Aliyah Tarbiyatul Aulad telah sesuai dengan tata tertib dan regulasi yang harus dipatuhi setiap siswa maupun tenaga pendidik atau guru.

“Kami dapat memberikan pandangan terhadap kebijakan dari sekolah. Keputusan penundaan kelulusan sebagai pembinaan terhadap tiga siswi itu,” teranganya.

Berdasarkan catatan dari sekolah, lanjut Mawardi, ketiga siswi selalu diberikan pembinaan karena sering melanggar tata tertib. Misal, tidak disiplin, bolos, tidak mengerjakan tugas, pernah melawan guru.

“Terakhir, mereka membuat video joget TikTok dengan mengenakan almamater. Akhirnya, mereka disanksi dengan penundaan kelulusan,” tandasnya.(*)

Penulis : Rafi
Editor : Fianolita Purnaningtias

Komentar