oleh

TikTok dan Kehidupan Remaja Madura

Oleh : Suryadi*

Di era modern ini banyak memunculkan teknologi yang canggih, seperti ponsel pintar. Kondisi ini mengakibatkan perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan ponsel pintar. Salah satu aplikasi yang sedang digemari saat ini di ponsel pintar adalah TikTok.

Dikutip dari pustakapengetahuan, TikTok adalah sebuah jaringan sosial dan platform video musik Tiongkok yang dluncurkan pada September 2016 oleh Zhang Yiming, pendiri Toutiao merupakan sebuah aplikasi yang memberikan efek spesial yang unik dan menarik yang bisa digunakan oleh para pengguna aplikasi ini.

Aplikasi tersebut membolehkan para pemakai untuk membuat video musik pendek mereka sendiri. Aplikasi Tiktok ini adalah aplikasi untuk membuat video pendek yang berdurasi 15 sampai 60 detik yang mempunyai musik, fitur dan lainnya.

Salah satu masyarakat yang sedang menggemari aplikasi TikTok adalah para remaja di Madura. Banyak remaja di Madura yang mengunduh aplikasi TikTok di ponsel pintar mereka masing-masing. Sehari-hari mereka selalu memainkan aplikasi TikTok tanpa memandang waktu sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, banyak remaja Madura yang kecanduan TikTok yang juga berpengaruh pada kondisi psikologis mereka.

Melaui tulisan ini, penulis ingin menggambarkan kondisi umum para remaja di Madura yang terindikasi kecanduan aplikasi TikTok sehingga berpengaruh dari kehidupan sehari-hari dan kondisi psikologis masing-masing remaja. Tulisan ini kiranya dapat membantu banyak orang tentang dampak dari aplikasi TikTok bagi kehidupan sosial para remaja di Madura.

Aplikasi TikTok semakin digemari para remaja di Pulau Madura. Hal ini memberikan dampak yang luar biasa karena para remaja itu juga kecanduan terhadap aplikasi tersebut. Sejumlah dampak yang terlihat antara lain.

Pertama, merebaknya istilah ‘For Your Page’ (FYP)

Dikutip dari firstmediaarti FYP di TikTok ini berasal dari kalimat For Your Page, yang merujuk pada kolom “For You” di beranda TikTok. Saat pertama kali membuka aplikasi, biasanya para pengguna akan disajikan dengan video-video yang berada pada kolom FYP. Tidak semua video TikTok bisa masuk di FYP, karena biasanya yang masuk sebagai FYP adalah konten yang banyak mendapatkan likes dan views. Tak jarang pengguna TikTok juga berlomba-lomba agar videonya bisa masuk di kolom FYP ini.

Seperti halnya para remaja yang ada di Madura, segala cara akan dilakukan agar videonya bisa tampil di beranda TikTok (FYP). Banyak para remaja yang berlomba-lomba agar videonya mendapat like dan views  yang banyak di aplikasi TikTok.

Bahkan para remaja sudah tidak malu lagi bergoyang-goyang ria agar videonya bisa FYP. Hal ini dikarenakan para remaja berfikir ketika videonya sudah FYP maka akan datang banyak pujian dari teman-temannya. Sebagai contoh salah satu contentcreator TikTok yang berasal dari Madura dengan nama akun @Faruk_pc dan jumlah followers mencapai 10,5 M memiliki konten tentang sebuah percintaan dan videonya selalu masuk FYP di beranda TikTok.

Kedua, bergesernya Nilai-Nilai Kehidupan para Remaja Madura

Peranan ilmu pengetahuan dan teknologi nampak begitu besar dan menentukan dalam zaman modern, lebih-lebih bagi negara-negara yang sedang berkembang. Pengaruhnya bukan saja pada pola pemakaian secara praktis, tetapi terasa secara menyeluruh sampai pada kehidupan sosial budaya.

Meskipun demikian perlu disadari, unsur-unsur infrastruktur dalam kehidupan manusia tidak dapat digantikan oleh peranan ilmu pengetahuan dan teknologi saja, masih ada unsur-unsur lain yang sangat di butuhkan dalam kehidupan manusia. Seperti tata nilai, tata hidup dan lain sebagainya.

Seperti halnya pada kehidupan sehari-hari di Pulau Madura yang sangat kental dengan nilai-nilai lokalitas yang religius (Islami), tetapi banyak remaja yang kecanduan terhadap aplikasi TikTok. Hal ini menyebabkan mereka tidak lagi menekankan nilai-nilai religius dalam sehari-hari. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan aplikasi TikTok daripada menjalani hari-hari dengan mempraktikkan kehidupan beragama seperti biasanya

Sarung dan kopiah, kerudung dan baju muslimah bisa dikatakan pakaian sehari-hari bagi masyarakat Madura kini hanya sebuah identitas. Mereka tidak mendalami arti penting dari pakaian-pakian yang mereka kenakan sehari-hari.

Ketiga, munculnya kegelisahan di kalangan orang tua

Kegelisahan para orang tua muncul karena setiap hari anaknya lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain TikTok dari pada menghabiskan waktu untuk belajar ataupun membantu orang tua. Bahkan, bukan tidak mungkin ketika anak-anak dan remaja sudah kecanduan bermain aplikasi TikTok, maka anak-anak mereka mungkin menjadi sosok pemalas. Padahal, para orang tua di Madura menginginkan anaknya menjadi sosok yang pandai ilmu agama dan hidup produktif sehingga dapat menunjukkan karakteristik kebudayaan masyarakat Madura.

Para orang tua ingin agar anaknya nanti menjadi penerusnya, sehingga kelak setelah dewasa bisa mengemban amanah atau tanggung jawab yang mereka berikan pada anaknya. Karena satu prinsip yang menjadi fenomena orang Madura, ialah dikenal sebagai orang yang mampu mengambil dan menarik manfaat yang dilakukan dari hasil budi orang lain, tanpa mengorbankan kepribadiannya sendiri.

Demikian pula orang Madura pada umumnya menghargai dan menjunjung tinggi rasa solidaritas kepada orang lain “Ajegeh tengka nomer settong” artinya, menjaga prilaku atau adap adalah nomer satu.

Melalui tulisan ini penulis ingin memberikan sebuah solusi berupa kontrol diri dan pengawasan dari pihak keluarga. Peranan keluarga sangat penting terutama bagi orang tua dalam mengawasi dan terus mendampingi anak-anak mereka saat bermain atau melihat konten TikTok.

Dapat disimpulkan bahwa kehidupan remaja telah banyak dipengaruhi oleh kehadiran aplikasi TikTok. Kecanduan dalam bermain aplikasi TikTok ini Mulai memunculkan pengaruh yang tidak baik, seperti bergesernya nilai-nilai lokalitas yang religius (Islami), dan munculnya kegelisahan di kalangan orang tua.(**)

*Pengirim : Suryadi (suryadims2000@gmail.com)

“Redaksi PortalMadura.Com menerima tulisan opini, artikel dan tulisan lainnya yang sifatnya memberi sumbangan pemikiran untuk kemajuan negeri ini. Dan semua isi tulisan di luar tanggung jawab Redaksi PortalMadura.Com”.

.
.

Komentar