oleh

4 Anak Pelaku Bom Jawa Timur Dapat Pendampingan Polisi

PortalMadura.Com, Surabaya – Polisi akan memberikan pendampingan kepada 4 orang anak pelaku bom bunuh diri di Jawa Timur yang bertahan hidup. Keempatnya masih di bawah umur.

“Empat orang anak ini, tiga dari pelaku bom di Sidoarjo dan satu di Surabaya. Semua orang tuanya sudah meninggal,” kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin, saat memberikan perkembangan terbaru kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/5/2018), laporan Anadolu Agency.

Pendampingan ini akan dilakukan oleh polwan-polwan yang sudah terlatih dan psikolog anak untuk memberikan “pemahaman yang waras”, kata Machfud, sebelum dikembalikan kepada keluarganya yang lain.

“Kalau sudah sehat, baru kita serahkan ke yang berhak, seperti neneknya atau paman dan bibinya,” ujar dia.

Selama ini, urai Machfud, anak-anak para teroris tidak bersekolah dan didoktrin untuk mengaku menjalani ‘home schooling’ bila ditanyai orang soal pendidikan mereka. Orang tua mereka juga menjaga agar anak-anak tidak berinteraksi dengan orang lain di luar keluarga mereka.

“Mereka diberikan doktrin-doktrin khusus sehingga mau saja membawa bom yang diikat di pinggang. Ini yang terjadi,” lanjut Machfud.

Dalam kesempatan sama, Machfud menyatakan bahwa ada 13 korban tewas dan 13 pelaku yang juga tewas dalam rentetan bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, pada Minggu-Senin lalu.

Polisi, sebut Machfud, sudah berhasil mengidentifikasi 13 korban sipil dan 11 jasad pelaku. Dua pelaku lain masih dalam proses diselidiki identitasnya, mengingat tubuh mereka yang sudah hancur.

“Korban yang dirawat di rumah sakit masih tersisa 33 orang, di antaranya enam anggota polisi,” lanjut Machfud yang menyebut seluruh anggota polisi akan diberikan kenaikan pangkat luar biasa atas jasa-jasa mereka.

Lebih lanjut, Machfud berkata polisi terus bergerak untuk melumpuhkan jaringan teroris dan mengamankan situasi.

“Poltabes sudah dibuka normal, pelayanan publik sudah berjalan seperti biasa. Masyarakat bisa kembali normal,” ujar dia.(AA)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.