oleh

4 Hal yang Harus Dihindari Saat Bukber

PortalMadura.Com – Banyak hal yang bisa dilakukan di bulan Ramadan untuk mendapatkan pahala. Salah satunya yaitu bersilaturrahmi dengan buka puasa bersama (bukber). Kebiasaan ini banyak dilakukan oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Tradisi bukber sudah lama dilakukan ditengah-tengah masayarakat. Meski hal ini baik tapi bisa juga menjadi keburukan, bila melakukan beberapa hal ini. Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman okezone.com, berikut penjelasannya:

Maghrib Kebablasan

Kadang ketika sedang asik ngobrol bersama teman-teman dalam suasana Bukber, Anda jadi lupa waktu salat. Astagfirullah! Ini Anda mau cari amal atau cari aman sih sahabat?

Jika memang kita berkumpul untuk saling berbagi cerita, lalu mengapa Anda jadi lupa untuk berbagi cerita pada-Nya? Maka jangan sampai Waktu Maghrib Anda kebablasan apalagi sampai tidak salat sama sekali. Coba Anda perhatikan sumpah Allah dalam firman-Nya yang sering dibaca dalam setiap salat.

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman, dan beramal shalih, dan saling menasihati dalam kebenaran, dan (saling menasihati) dalam kesabaran.” (Al Ashr: 1-3)

Ayat ini dimulai dengan sumpah Allah SWT, dengan salah satu makhluk-Nya, yakni waktu. Menurut para ulama, jika Allah SWT telah bersumpah dengan makhluk-Nya, maka Dia menunjukkan bahwa ciptaan-Nya ini memiliki nilai urgensi yang tinggi.

Oleh sebab itu, sebaik-baiknya teman adalah yang saling mengingatkan satu sama lain. Jika teman-teman yang lain lupa atau sengaja meninggalkan waktu salat, maka yang lain harus mengingatkan.

Terkait hal tersebut, Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, hadis dari sahabat Uqbah bin Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893)

Bukber sebagai Ajang Gibah

Ini yang sering terjadi saat acara bukber, apalagi perempuan. Eh, bukan hanya perempuan ya, kadang pria juga ikut nge-gibah.

Astagfirullah! Mari bertanya pada diri kita lagi sudah sejauh mana kita mendefinisikan diri kita ini baik dari orang lain?

Allah SWT sendiri mengibaratkan pelaku ghibah seperti memakan daging saudaranya yang sudah mati. ” Dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (Q.S Al Hujurat:12).

Maka di bulan ramadan yang penuh berkah ini, jangan sampai amal ibadah puasa Anda jadi berkurang atau malah tidak ada sama sekali hanya karena Anda saling menggunjing atau menggibah saudara sendiri. Wallahu a’lam bissawab.

Main Ponsel Sampai Lupa Teman

Di era online ini, segalanya sudah bisa dilakukan melalui layar ponsel pintar atau gadget. Kebiasaan menatap layar ponsel selama acara bukber menjadi hal yang sudah lazim di kalangan anak muda. Misalnya bermain game, skrol beranda Medsos dan lain sebagainya. Jangan sampai acara kumpul-kumpul Anda menjadi berkurang nilai kekeluargaannya akibat masing-masing diantara Anda sibuk dengan gawainya.

Maka, berhenti sejenak bermain game, skrol beranda Medsos dan lain-lain tersebut selama berkumpul bersama keluarga dan atau teman.

Bercampurnya Laki-laki dan Perempuan (Ikhtilath)

Dari refrensi yang penulis baca, ikhtilath diartikan sebagai berbaurnya lelaki dan perempuan yang non mahram dalam satu tempat yang memungkinkan munculnya dampak negatif.

Dalam Al-Quran Allah berfirman: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sungguh itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al Isra’: 32).

Rewriter : Desy Wulandari
Sumber: Okezone.com

Komentar