oleh

4 Pengobatan Sihir Secara Syar’i

PortalMadura.Com – Sihir dan pengobatannya yang bagaimana harus diketahui kaum Muslimin. Pengobatan sihir sejatinya sudah diajarkan dalam Islam. Mengobati terkena sihir dengan cara-cara yang syar’i dan bukan dengan cara yang dilarang keras dalam Islam seperti mendatangi dukun.

Ada beberapa pengobatan terkena sihir secara syar’i. Apa saja? Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman okezone.com, berikut ini penjelasannya:

Rukyah

Rukyah dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa yang terdapat dalam hadits yang shahih, diantaranya: “Adzhibil ba’sa Robban naasi, wasy-syfi Antasy Syaafiy laa syifaa-a illaa syifaauka syifaa-an laa yughaadiru saqoman”

Artinya: “Hilangkanlah penyakit ini wahai Rabb manusia sembuhkanlah, dan Engkau adalah Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Membaca Ruqyah Jibril ‘alaihissalaam kepada Nabi Muhammad

Bismillaahi arqiyka, min kulli syai-in yu’dziika, min syarri kulli nafsin au ‘aini haasidin, Allaahu yasyfiyka bismillaahi arqiyka.

Artinya: “Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari setiap jiwa atau mata orang yang hasad, semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu.” [HR. Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhu]

Pengobatan dengan Daun Bidara

Dan termasuk pengobatan sihir yang bermanfaat, khususnya bagi pasangan suami istri yang tidak dapat melakukan hubungan badan karena disihir adalah, menumbuk 7 lembar daun bidara hijau, kemudian larutkan dalam air yang mencukupi untuk mandi, kemudian dibacakan padanya ruqyah, setelah itu diminum 3 tegukan dan sisanya digunakan untuk mandi, cara seperti ini boleh dilakukan beberapa kali sampai hilang penyakit. Adapun diantara ruqyah yang dibaca adalah:

Ayat Kursi, Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas dan ayat-ayat tentang sihir, yaitu:

Surat Al-A’raf: 117-119
“Dan Kami wahyukan kepada Musa: “Lemparkanlah tongkatmu!”. Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.”

Surat Yunus: 79-82
“Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya): “Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!” Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan”. Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya amalan orang-yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukainya.”

Surat Thaha: 65-69
“(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata: “Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?” Berkata Musa: “Silahkan kamu sekalian melemparkan”. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berkata: Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang.”

Berusaha Mencari Buhul-buhul Sihir dan Menghancurkannya

 

Komentar