oleh

4 Perkara Keji yang Sebabkan Keburukan Hidup

PortalMadura.Com – Allah SWT memerintahkan seluruh mahkluk-Nya untuk senantiasa melakukan kebaikan dan melarang keburukan. Karena hal itu merupakan tipu daya setan yang ingin menjerumuskan pada kesesatan.

Ada beberapa keburukan yang dilarang oleh Allah SWT yang terkadang masih sering dilakukan. Salah satu contohnya yaitu mabuk dengan meminum alkohol atau khamar sudah sangat jelas dan tegas dilarang dalam Islam.

Sebagaimana firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

“Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu di dalam (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan salat; maka tidakkah kamu berhenti (dari mengerjakan perbuatan itu)” [Al-Mâidah/5: 90-91]

Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman okezone.com, berikut beberapa perkara keji yang menyebabkan keburukan hidup.

Khamr

Khamr merupakan semua (minuman) yang menutupi akal, dengan sebab mabuk.

Maisir (perjudian)

Perjudian merupakan semua pertandingan yang ada kompensasi atau ganti dari kedua belah pihak, seperti pertaruhan dan semacamnya.

Anshab

Patung-patung, berhala-berhala, atau semacamnya, yang ditegakkan dan disembah selain Allâh (orang-orang jahiliyah menyembahnya dan berkorban untuknya).

Azlam

Anak panah yang dahulu mereka pergunakan untuk mengundi nasib.

Empat perkara ini dilarang keras oleh Allah SWT dan Dia memberitakan kerusakan-kerusakannya yang mendorong untuk meninggalkan dan menjauhinya.

Allâh SWT berfirman: “maka tidakkah kamu berhenti (dari mengerjakan perbuatan itu)?!” Karena sesungguhnya jika orang yang berakal melihat sebagian kerusakan-kerusakan itu, dia pasti akan berhenti dan menahan jiwanya. Orang yang berakal tidak membutuhkan banyak nasehat dan larangan yang keras”. [Tafsîr Taisir Karimir Rahman].

Rewriter : Desy Wulandari
Sumber : Okezone.com

Komentar