oleh

4 Perkara yang Baik Dilakukan Tergesa-gesa

PortalMadura.Com – Tergesa-gesa merupakan salah satu sifat manusia. Hal ini menjadi sikap yang wajar terjadi pada kondisi tertentu. Biasanya mereka tergesa-gesa saat sedang mendesak, atau memang sengaja dilalaikan karena suatu alasan.

Dalam ajaran agama Islam sikap ini tidaklah dianjurkan. Karena merupakan sifat tercela yang harus dihindari. Menyikapi hal itu, Islam kemudian mengambil pendekatan yang seimbang soal ketergesa-gesaan yang memang melekat sebagai sifat manusia.

Selamat Ibadah Puasa

Ada ketergesa-gesaan yang menjadi tindakan tercela. Namun, ada pula yang dinilai sebagai suatu kebaikan. Apa saja itu?. Nah, berikut ini adalah dimensi ketergesaan yang dinilai baik dan patut dipuji seperti dilansir PortalMadura.Com, Kamis (14/1/2021) dari laman Islampos.com:

Tergesa-gesa Melakukan Perbuatan Baik

Sebagaimana diketahui hidup ini sangatlah singkat. Pesaing untuk meraih surga tidak boleh dilewatkan. Dalam hal perjalanan ke akhirat, Anda sejatinya semakin dekat dengan ‘garis finish’ itu.

Menurut Alquran, semakin besar tujuannya, semakin besar kesibukan seseorang ke arahnya. Ketika berbicara tentang pengejaran duniawi, Alquran menggunakan istilah فَامْشُوا / “Berjalan.”

Ketika berbicara tentang perjalanan menuju salat, ia menggunakan istilah فَاسْعَوْا / “Lanjutkan.” Saat berbicara tentang pengejaran ke Surga, istilah ini menggunakan istilah سَابِقُوا / “berlomba-lomba lah!”. Namun, ketika berbicara tentang pengejaran kepada Allāh, itu menggunakan istilah فَفِرُّوا / “Pergi!”

Tidak setiap ambisi dalam hidup layak mendapatkan upaya yang sama. Maka, ingatlah perkataan Nabi Musa yang termuat dalam Alquran:

وَعَجِلْتُ ُلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَى

Aku bergegas menemuiMu, Tuhanku, agar Engkau senang.”

Bergegas untuk Memulihkan Hak kepada Pemiliknya

Terlepas dari apakah utang Anda berwujud seperti uang, atau tidak berwujud seperti permintaan maaf, jangan biarkan hari lain berlalu tanpa mengembalikan hak orang lain kepada pemiliknya.

Rasulullah pernah memimpin umat Islam dalam salat magrib, dan setelah selesai, ia segera meninggalkan masjid dan masuk ke rumahnya. Ketika dia muncul kembali, dia melihat keheranan di wajah para sahabat, jadi dia menjelaskan:

Aku teringat ketika salat bahwa sepotong emas tertinggal di dalam rumahku, dan aku tidak menyukai itu tetap bersama kami sepanjang malam, jadi aku menginstruksikannya untuk dibagikan”.

Bersegera Melaksanakan Haji

Rasulullah bersabda: “Siapapun yang berniat untuk menunaikan haji, biarlah dia cepat-cepat melakukannya, karena dia mungkin jatuh sakit, kehilangan tunggangannya, atau dihadapkan pada suatu kebutuhan”.

Bergegas untuk Bertobat

“Hidupku akan berubah setelah aku melakukan haji.”

“Dosa-dosaku akan berakhir saat aku menikah.”

“Fokusku pada akhirat akan lebih besar setelah aku pensiun.”

Bisakah Anda menjamin semua itu?.

Anda mungkin berpikir bahwa mereka yang mengucapkan kata-kata ini telah menandatangani kontrak asuransi jiwa dengan malaikat maut untuk menjaga jiwa mereka sampai saat mereka memutuskan untuk berubah.

Seseorang yang menunda pertobatannya serupa dengan orang yang mencoba mencabut pohon tetapi menemukannya kokoh pada tempatnya. Dia berkata, “Aku akan meninggalkannya setahun atau lebih kemudian mencoba lagi.”

Setahun berlalu dan sekembalinya, dia menemukan bahwa pohon itu hanya tumbuh lebih kuat dari sebelumnya.

Ketahuilah, Anda hanya bertambah tua, dan Hari Perhitungan akan semakin dekat, jadi jangan biarkan kebiasaan berdosa menguat lebih dari yang sudah ada sebelumnya.

Mengurangi kebiasaan berdosa kemarin akan jauh lebih mudah daripada melakukannya hari ini, tetapi menghilangkannya besok akan jauh lebih sulit. Intinya, bergegaslah untuk bertobat, jangan menunggu sampai ajal menjemput.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : Islampos.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar