oleh

4 Tabiat Penyebab Dosa Menurut Imam Al Ghazali

PortalMadura.Com – Manusia merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah yang tidak luput dari dosa dan maksiat. Seperti sabda Rasulullah: “Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertobat” (HR Ibnu Maajah no 4241, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani), dikutip dari Firanda.com, Kamis (20/2/2020).

Dijelaskan di dalam kitab Imam Al Ghazali yang berjudul “Menebus Dosa”. Dalam kitab tersebut terdapat empat sifat penyebab dosa, yaitu, sifat ketuhanan (rububiyah), sifat setan (syaithanniyah), sifat binatang ternak (bahimiyah), dan sifat binatang buas (sabu’iyah).

“Hal demikian karena tanah yang merupakan asal ciptaan manusia terdiri dari beberapa campuran, yang masing-masing dari komponen tersebut menuntut karakter dan pengaruh sendiri-sendiri di dalam komposisinya, seperti halnya gula, cuka, dan za’faran di dalam larutan sekanjabin menghasilkan pengaruh yang berbeda-beda pula,” tulis Imam Al Ghazali, seperti dilansir PortalMadura.Com dari laman Republika.co.id.

Adapun contoh hal-hal yang menuntut kecenderungan kepada sifat rububiyah, misalnya seperti bersifat sombong, bangga, pemaksa, suka pujian, sanjungan, gila kehormatan, serta mendambakan superioritas atas semua golongan. Sehingga, seakan-akan ia ingin mengatakan, “Aku adalah Tuhan kalian yang paling tinggi”.

Dari ucapan itu, bercabang sejumlah dosa-dosa besar yang sering diabaikan oleh manusia yang mereka tidak menganggap sebagai dosa. Padahal hal itu merupakan penyebab bencana sangat besar yang berstatus sebagai biang bagi kebanyakan perbuatan maksiat.

Selanjutnya, sifat syaithaniyah, yang darinya bercabang sifat dengki, kelaliman, muslihat, tipu daya, anjuran kepada kerusakan, dan kemungkaran. Termasuk pula di dalamnya kecurangan, kemunafikan, dan ajakan kepada bid’ah serta kesesatan.

Baca Juga : 3 Syarat Utama Agar Dosa Zina Diampuni Allah

Ketiga, sifat bahimiyah, yang darinya bercabang dari tamak, rakus, dan ambisi dalam memenuhi nafsu perut dan biologis. Kemudian, termasuk pula perbuatan zina, sodomi, pencurian, tindakan memakan harta anak yatim, serta pengumpulan harta untuk melayani syahwat.

Terakhir, yaitu sifat sabu’iyah, yang darinya bercabang sifat amarah, dendam, agresifitas kepada orang lain dengan cara memukul, mencaci maki, dan membunuh. Selain itu, menghambur-hamburkan kekayaan di samping bercabang pula sejumlah dosa yang lain.

Parahnya lagi, menurut Imam Al Ghazali, sifat-sifat itu tumbuh secara berangsur-angsur pada fitrah dengan didahului sifat bahimiyah yang mendominasi pertama kali, lalu diiringi sifat sabu’iyah. Lantas, jika keduanya telah menyatu menjadi satu maka yang digunakan adalah akal liciknya untuk melakukan tipu daya, makar dan muslihat, dan itulah syaithaniyah.

“Lalu terakhir, yang mendominasi ialah sifat rububiyah, yaitu kebanggaan, ketinggian, kedudukan, keangkuhan, dan superioritas atas seluruh makhluk,” tulis Imam Al Ghazali.

Menurut imam Al Ghazali, itulah biang-biang dari segala dosa serta sumber-sumbernya. Sehingga, memancarlah beragam dosa dari sumber-sumber tersebut kepada seluruh anggota tubuh, di mana sebagiannya hanya terbatas pada hati. Seperti, kufur, bid’ah, dan nifaq. Sebagian lagi menuju ke mata dan telinga. Lalu ke lidah, sebagiannya ke perut dan kelamin, sebagiannya kepada dua tangan dan kaki, dan sebagiannya lagi berlaku untuk seluruh tubuh. Wallahu A’lam.

Rewriter : Azizah
Sumber: republika.co.id
Tirto.ID
Loading...

Komentar