oleh

4 Tipe Manusia, Termasuk di Posisi Mana Anda?

PortalMadura.Com – Islam menganjurkan pada umat muslim agar pikiran dan hati seiring dan seirama di dalam bertindak dan beribadah. Sayangnya, jika harus jujur dengan diri sendiri, terkadang keseragaman antara hati dan tindakan memang tidak terjadi.

Misalnya di satu sisi, Anda mengajak kepada orang lain untuk berbuat baik, tetapi Anda sendiri jarang, bahkan tidak mau melaksanakan kebaikan itu. Lantas, apakah manusia itu seutuhnya demikian?. Ataukah ada manusia lain yang antara hati dan tindakan selalu seiring dan seirama dalam kehidupannya?.

Menurut Syekh Abdul Qadir al-Jailani dalam “Syarah Nashaihul ‘Ibâd-nya Syekh Nawawi Al-Bantani”, mengatakan, bahwa manusia itu terbagi atas empat tipe atau jenis. Apa saja?.

Berikut ini ulasannya:

Manusia yang tidak Mempunyai lidah dan Hati
Seseorang yang tidak mempunyai lidah dan hati merupakan orang-orang yang durhaka. Anda jangan bergaul dengan mereka agar bisa terhindar dari sifat jeleknya.

Sesungguhnya baik dan buruknya akhlak seseorang sering kali dipengaruhi dengan siapa ia bergaul dan berinteraksi. Jika sekiranya dengan terlalu banyak bergaul Anda takut terbawa buruk, maka lebih baik menghindari orang-orang tipe pertama ini. Menghindari mereka merupakan pilihan terbaik daripada memaksakan sering-sering duduk bersama mereka.

Manusia yang Mempunyai Lidah tapi tidak Mempunyai Hati
Yaitu seseorang yang pandai berbicara hikmah, tetapi ia sendiri tidak mengenalnya. Ia mengajak orang ke jalan Allah, tetapi ia menjauhi-Nya. Jauhilah mereka agar engkau tidak terpengaruh keindahan bahasanya sehingga engkau hangus dengan kemaksiatannya.

Mungkin sering kali Anda dibuat silau sekaligus kagum dengan orasi-orasi dan hikmah dari lisan seseorang hanya karena ia pandai membuat kata-kata menjadi indah. Perintah Tuhan dan nabi-Nya ia uraikan dengan baik kepada semua orang. Ia tuturkan juga bagaimana untaian dan kalimat hikmah para ulama. Namun itu sebatas di lisan, dalam praktiknya jauh dari semua yang ia ucapkan.

Manusia yang Mempunyai Hati, Tetapi tidak Mempunyai Lidah
Dialah orang mukmin yang Allah tutup pandangan matanya dengan aibnya sendiri. Hatinya terang dan paham akan manusia di mana ia berada. Orang semacam ini mungkin termasuk wali-wali Allah.

Satu di antara cara untuk meningkatkan keimanan dan memompa semangat beribadah kepada Allah dengan banyak bergaul dengan orang-orang saleh. Ia tidak pernah tergoda untuk membicarakan, apalagi sampai menyebarkan aib orang lain. Ia sibuk dengan aibnya sendiri, waktunya habis untuk taat dalam keterasingan kepada Allah.

Manusia yang Mengerti dan Beramal Menurut Apa yang Ia Mengerti
Hal ini merupakan kategori orang-orang alim, yang Allah memberikan kepadanya pengertian tentang tanda-tanda kebesaran Allah dengan ilmunya. Upayakan agar engkau selalu dengannya dan menerima semua nasihat-nasihatnya.

Sebagaimana dalam pribahasa, “sekeras-kerasnya batu, jika terkena tetesan air yang terus-menerus menetes ke atasnya, lama-kelamaan batu itu akan berlubang juga”. Begitu pula dengan hati manusia, sekeras dan sesusah apa pun hati tersebut, jika dibasuh dengan air nasihat dari orang-orang saleh, maka akan luluh juga untuk menerima sebuah hikmah dan kebenaran.

Maka dari itu, Anda wajib mendekati orang-orang tipe nomor empat ini. Karena ia mengerti mengapa ia beribadah, paham akan kebesaran-kebesaran Allah, dan menjadi hamba-Nya yang paling taat dan takut kepada-Nya. Ia bagaikan cahaya lampu di tengah kegelapan yang menyinari.

Lantas, di posisi manakah Anda berada saat ini?. Semoga Allah menjadikan Anda sebagai hamba-Nya yang saleh dan patut untuk menjadi calon penghuni surga. Amin. Wallahu A’lam. (republika.co.id/Salimah)