5 Adab Bepergian Jauh Menurut Ajaran Islam

  • Bagikan
5 Adab Bepergian Jauh Menurut Ajaran Islam
Ilustrasi (Dream.co.id)

PortalMadura.Com – Melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan pribadi maupun umum perlu berhati-hati. Karena bahaya yang akan terjadi di tengah perjalanan tidak ada yang tahu.

Oleh karena itu, Jika Anda akan melakukan perjalanan sebaiknya lakukan beberapa adab ini. Apa saja? Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman okezone.com, berikut ini penjelasannya:

Tidak Safar Sendirian

Bagi seorang Muslim dimakruhkan bersafar sendirian. Baiknya mencari teman untuk bepergian ke mana pun, apalagi jaraknya yang jauh. Hal ini dikarenakan demi keamanan serta bisa saling mengingatkan. Bukan sekadar teman, orang yang menemani safar haruslah baik. Ini dikarenakan selama perjalanan terdapat hal-hal yang bermanfaat.

Dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma, Rasulullah SAW bersabda: “Andaikan orang-orang mengetahui akibat dari bersafar sendirian sebagaimana yang aku ketahui, maka mereka tidak akan bersafar di malam hari sendirian.” (HR Bukhari Nomor 2998)

Memilih Teman yang Baik untuk Safar

Dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah engkau bergaul kecuali dengan seorang mukmin. Janganlah memakan makananmu melainkan orang bertakwa.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Membaca Doa Keluar Rumah

Sebelum safar baiknya membaca doa keluar rumah terlebih dahulu supaya perjalanan bermanfaat dan selalu dilindungi oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW: Artinya: “Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian dia membaca doa: Bismillaahi tawakkaltu ‘alallahi laa haula walaa quwwata illaa billah (dengan menyebut nama Allah, yang tidak ada daya tidak ada kekuatan kecuali atas izin Allah), maka dikatakan kepadanya, ‘Kamu akan diberi petunjuk, kamu akan dicukupi kebutuhannya, dan kamu akan dilindungi.’ Seketika itu setan-setan pun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, ‘Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi (oleh Allah)’.” (HR Abu Dawud Nomor 5095, At-Tirmidzi 3426; dishahih oleh Al Albani dalam Shahih Abu Dawud)

Berpamitan Kepada Keluarga atau Tetangga

Sebelum pergi baiknya berpamitan lebih dulu kepada keluarga maupun tetangga. Hal ini agar mereka tahu serta mendoakan supaya selamat dalam perjalanan dan tetap dalam lindungan Allah SWT. Dianjurkan untuk berpamitan kepada keluarga dan tetangga serta kerabat sebelum safar guna ikut mendoakan agar selama perjalanan tetap aman dan dalam perlindungan Yang Maha Kuasa.

Menulis Wasiat

Wasiat yang dimaksud adalah menyampaikan pesan kepada ahli keluarga. Apakah Anda punya utang atau tidak? Punya masalah sama orang atau tidak? Punya titipan pada orang apa tidak? Tuliskan wahai anak-anakku bertakwalah kepada Allah SWT. Wahai anak-anakku kalau Anda melakukan maksiat aku berlepas diri.

Wallahu a’lam bishawab.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.