oleh

5 Adab Puasa Rasulullah yang Patut Ditiru Umat Islam

PortalMadura.Com“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS Al-Ahzab: 21).

Dari firman Allah SWT di atas, umat Islam dianjurkan untuk bisa mencontoh kegiatan Rasulullah sehari-hari, baik dalam hal ibadah maupun lainnnya. Salah satu ibadah Rasulullah yang dapat ditiru, yaitu cara dan adab puasa Rasulullah.

Berikut ini lima adab puasa Rasulullah yang bisa ditiru umat Islam menurut Sayyid Sabiq dalam “Fiqih Sunnah“:

Sahur Sekadarnya
Rasulullah selalu bersahur walaupun seteguk air. Bersahurlah kalian, karena makan sahur itu berkah. (HR Muttafaq alaih). Beliau berniat sejak malam hari dan bersahur, lalu banyak beristighfar.

Sebagaimana firman Allah: “(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur” (QS Ali ‘Imran : 17).

Jadi, kelirulah jika banyak makan sahur agar esok hari tidak lapar dan haus. Selain itu, Rasulullah juga mengakhirkan sahur hingga menjelang Subuh.

Berbenah Sepanjang Hari
Puasa bukan hanya menahan diri dari yang membatalkan, seperti makan, minum, dan bercinta. Melainkan juga dari yang menodai puasa, seperti berkata jorok, dusta, marah, menipu, dan zalim (HR Ibnu Hibban).

Rasulullah menjaga diri dari kata dan laku yang meremehkan orang. Jika ada yang mengusik, beliau ajarkan Anda berkata, inni shaaim (aku sedang puasa). Sejujurnya, Anda bisa menjaga dari yang membatalkan, tetapi sering kali gagal mengendalikan diri dari yang menodainya.

Beraktivitas Seperti Biasa
Boleh jadi Anda salah kaprah. Ketika puasa mengurangi produktivitas kerja. Puasa dianggap beban yang melemahkan. Tidur sebagai ibadah dijadikan dalil dan dalih sekaligus. Padahal, Rasulullah mengajarkan puasa itu menguatkan jiwa seorang Mukmin.

Bukankah sebagian besar perang yang dipimpinnya seperti perang Badar terjadi pada bulan Ramadan?. Rasulullah dan sahabatnya tetap berpuasa hingga ada yang gugur syahid dalam pertempuran.

Berbuka Tetap Terkendali
Anda mampu menahan dari makan dan minum pada siang hari, tetapi sering tidak terkendali saat berbuka. Segala macam menu dihabiskan sampai kekenyangan. Anda berbuka seperti balas dendam atas rasa lapar dan haus seharian. Badan pun terasa berat dan mata mengantuk saat menjalankan salat.

Sejujurnya, Anda belum mampu mencontoh Rasulullah yang hanya berbuka dengan beberapa buah kurma atau segelas air, lalu berdiri salat Magrib, (HR Abu Daud).

Terjaga pada Malam Hari
Rasulullah menghidupkan malam Ramadan dengan ibadah. Salat malam yang lama, baik di masjid maupun di rumah bersama keluarga. Terutama pada pengujung malam, lailatul qadar akan turun.

Rasulullah juga lebih giat iktikaf, tilawah Alquran, zikir, dan istigfar. Sementara Anda semakin sedikit beribadah, tetapi banyak berdesakan di mal atau pasar. Sibuk menyambut Lebaran dengan pakaian baru dan lupa, Ramadan akan segera berlalu, jadi Anda perlu memperbanyak ibadah. Wallahu A’lam. (republika.co.id/Salimah)


Tirto.ID
Loading...

Komentar