oleh

5 Alasan Penting untuk Lakukan Detoks Smartphone

PortalMadura.Com – Smartphone saat ini sudah bukan barang mewah yang hanya dimiliki kalangan elit. Semua orang bisa punya dan mengaksesnya dengan mudah. Sehingga banyak hal yang mereka dapatkan dengan adanya smartphone tersebut.

Namun yang perlu Anda ketahui, ternyata terlalu seringnya menggunakan smartphone menimbulkan efek yang buruk. Sehingga Anda disarankan untuk detoks smartphone. Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com, Jumat (6/12/2019) dari laman detik.com yang dikutip dari beberapa sumber. Berikut beberapa alasan Anda perlu melakukan detok smartphone:

Penilaian Negatif dalam Pertemanan

Beragam studi menemukan sering mengecek ponsel bisa berdampak pada hubungan pertemanan. Sebuah studi 2012 di University of Essex menemukan bahwa semakin sering menggunakan perangkat mobile bisa membuat kesan negatif.

Pada sebuah eksperimen, para responden dipasangkan dengan seseorang untuk berdiskusi selama 10 menit. Setengahnya menggunakan ponsel tetapi tidak digunakan dan setengahnya tidak membawa ponsel. Hasilnya,orang-orang dengan ponsel dipandang kurang terikat dan lebih negatif daripada orang-orang yang tidak memilikinya.

Baca Juga: Keistimewaan Wanita Madura, Nomor 5 Jadi Idaman Pria

Ganggu Tidur

Cahaya biru yang dihasilkan ponsel untuk menghambat produksi melatonin, hormon yang menyebabkan tidur. Mata Anda terbiasa menyerap cahaya biru dari matahari di siang hari, jadi ketika Anda mendapatkannya di malam hari itu mengganggu ritme sirkadian yang memacu Anda untuk tidak beristirahat di malam hari.

Awas ‘Text Neck’

Ponsel bisa memberikan dampak buruk jika dilakukan terus menerus. Dokter pun mengatakan angka orang yang melapor mengalami sakit pada leher mereka meningkat dan diduga penyebabnya adalah menunduk terlalu lama saat menggunakan ponsel.

‘Text Claw’

Pada 2013, istilah ‘text claw’ diciptakan untuk menggambarkan kram dan rasa sakit yang disebabkan oleh terlalu banyak penggunaan ponsel. Memegang ponsel terus menerus dapat menyebabkan masalah peradangan dan tendon. Paling rentan yaitu ibu jari, yang digunakan sebagian besar pengguna untuk mengetik di layar ponsel.

Lebih Stres

Satu studi yang dilakukan oleh universitas di Seoul, Korea, mereka membandingkan kesehatan mental remaja yang kecanduan smartphone dan teman sebayanya yang tidak kecanduan. Mereka menemukan bahwa para remaja yang kecanduan teknologi menunjukkan tingkat kecemasan, depresi, insomnia, dan impulsif yang jauh lebih tinggi.

Rewriter: Desy Wulandari
Sumber : detik.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE