oleh

5 Cara Cepat Hafal Alquran dan Hadis

PortalMadura.Com – Saat ini sudah banyak tempat atau pesantren yang khusus untuk penghafal Alquran dan hadis. Sehingga mereka akan fokus untuk mempelajari hal itu dengan guru atau ustad yang memang fasih di bidangnya.

Namun, ada beberapa cara bagi Anda yang ingin menghafal Alquran dan hadis tanpa masuk pesantren. Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com, Selasa (31/12/2019) dari laman okezone.com yang dikutip dari pernyataan ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur.

Berikut ini penjelasannya:

1. Malam Jumat selepas membaca Surah Yassin dan Al Kahfi atau ayat Alquran lainnya merupakan waktu yang tepat. Sebab dalam Islam malam tersebut memiliki banyak keutamaan, di antaranya dimudahkannya urusan seseorang setelah beramal.

2. Menghafal pada waktu sepertiga malam selepas Salat Tahajud dan Salat Hajat, kemudian berdoa. Salat dan doa sepertiga malam juga bisa memudahkan urusan umat.

Baca Juga: Hukum Baca Alquran Bagi Wanita yang Haid

3. Menjaga wudu saat menghafal juga bisa membantu seseorang menghafal atau menjaga hafalan.

4. Meminum madu, di mana hal ini dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena madu dapat membuat lidah tidak kaku saat melafalkan kalimat-kalimat yang dihafal.

Keutamaan madu baik untuk membantu hafalan juga dijelaskan dalam kitab Ta’lim Muta’lim BAB 12, bahwa minum madu bisa memudahkan dalam menghafal.

Artinya: “Bersiwak, minum madu, makan kandar (kemenyan putih), bercampur gula dan menelan buah zabib (kismis) merah 21 butir setiap hari, kesemuanya dapat mempermudah hafal lagi dapat mengobati berbagai macam penyakit. Segala sesuatu yang bisa mengurangi pelendiran dahak dan mengurangi pelemakan kulit badan yang diakibatkan terlalu banyak makan, adalah juga bisa memperkuat hafalan. Sesuatu yang memperbanyak lendir dahak, akan membuat orang jadi pelupa,”

5. Menjauhi maksiat. Sebab salah satu penghalang masuknya ilmu yaitu maksiat. Seperti ditulis dalam kitab Ta’lim Muta’lim di BAB yang sama, yaitu:
Artinya: “Dan dengan banyak membaca salawat Nabi SAW karena salawatlah yang menjadi dzikir seluruh alam. ‘Syi’ir disebutkan : Aku laporkan kepada ki Waki’; hafalanku lemah. Ia menunjuki, agar kutinggal laku maksiat. Hafalan itu, sebagai anugrah dari sisi Tuhan. Orang yang maksiat tidak diberi anugrah dari Tuhan”. Wallahu A’lam.

Rewriter: Desy Wulandari
Sumber: okezone.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.