oleh

6 Cara Hapus Dosa Selain Taubat yang Perlu Diketahui

PortalMadura.Com – Tak ada manusia yang sempurna. Karena itu manusia tak luput dari dosa. Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar, entah itu disengaja ataupun tidak.

Meski demikian, Rasulullah SAW mengingatkan umatnya untuk berusaha menjauhi segala dosa. Hal tersebut sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Jauhilah oleh kalian tujuh dosa yang membinasakan.” Ditanyakan kepada Rasulullah SAW, “Apa saja, ya, Rasulullah?” Nabi menjawab, “Syirik (menyekutukan Allah dengan lainnya), membunuh jiwa (manusia) yang dilarang Allah selain dengan dasar yang dibenarkan (oleh agama), memakan harta anak yatim, memakan riba, berpaling mundur saat perang, dan menuduh zina terhadap wanita-wanita terhormat. Mereka tidak tahu-menahu dan mereka wanita-wanita beriman.” (Muttafaq Alaih)

Ada beberapa cara untuk menghapus dosa-dosa dalam islam. Apa saja? Berikut Penjelasannya.

Cara pertama, paling ampuh untuk menghapus dosa yaitu dengan bertaubat. Allah berfirman, “Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53)

Cara kedua, yakni dengan beristighfar memohon ampunan Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya kamu sekalian tidak berbuat dosa sama sekali, niscaya Allah akan memusnahkan kalian. Setelah itu Allah akan mengganti kalian dengan umat yang pernah berdosa. Kemudian mereka akan memohon ampunan kepada Allah (beristighfar) dan Allah pun pasti akan mengampuni mereka.” (HR. Muslim)

Cara ketiga, untuk melebur dosa, yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan kebaikan. Sebagaimana Allah berfirman, “Dan dirikanlah solat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada sebahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Huud: 114)

Keempat, yaitu dengan bersabar saat ditimpa musibah. Perlu Anda ketahui, musibah sesungguhnya merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh Allah untuk menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan oleh hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih (karena sesuatu yang hilang), kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kelima, yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan salat tahajjud. Setelah salat tahajjud hendaknya membaca surat Ali’ Imran ayat 16. Surat tersebut berbunyi, “Rabbana innana amanna, faghfir lana, dhunuubana wa-qinna ‘adhaaban-naar.” Yang mana artinya adalah, “(Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali’ Imran: 16)

Cara yang keenam, yaitu berdoa memohon ampun kepada Allah di sepanjang hari, baik siang maupun malam. Dari Abu Musa Al-Ash`ari RA, Rasulullah SAW bersabda, “Allah, Yang Maha Tinggi, akan terus mengulurkan tangan-Nya di malam hari sehingga orang-orang berdosa pada zaman itu dapat bertobat, dan terus merentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang-orang berdosa pada malam hari bisa bertobat, sampai matahari terbit dari barat (mulai hari kiamat).” (HR. Muslim)

Demikianlah cara-cara yang dapat dilakukan untuk menghapus dosa-dosa yang telah diperbuat. Dengan cara tersebut, niscaya Allah akan menghapuskan dosa-dosa hamba-Nya. Selain melakukan cara tersebut, umat Islam hendaknya berkomitmen untuk bertobat secara sungguh-sungguh dan tidak mengulangi kembali dosa yang dilakukan. Semoga Informasi di atas bermanfaat. (islami.co/Nanik)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE