oleh

6 Pesan Gus Baha Tentang Peluntur Amal Baik

PortalMadura.Com – Salah satu penceramah yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA KH Nursalim Al-Hafizh dari Narukan, Rembang Jawa Tengah yaitu Gus Baha. Pria yang bernama asli KH Ahmad Bahauddin Nursalim lahir di Sarang, Rembang, Jawa Tengah, tahun 1970.

Berceramah dengan lugas dan berpenampilan sederhana menjadi ciri Gus Baha dalam menyampaikan tausiyahnya. Dalam kun instagramnya@gusbahaonline dia menuliskan sebuah pesan penting untuk diketahui kaum muslimin. Apa saja pesannya? Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman okezone.com, berikut ini penjelasannya:

Al-istighlal bi’uyubil kholqi (sibuk dengan aib orang lain) sehingga lupa pada aib sendiri. Semut diseberang kelihatan sedang gajah dipelupuk mata tidak kelihatan.

Qaswatul qulub (hati yang keras) kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. Sulit menerima nasehat.

Hubbun dunya (cinta mati terhadap dunia) merasa hidupnya hanya di dunia aja maka segala aktifitasnya tertuju pada kenikmatan dunia sehingga lupa akan hari esok di akhirat.

Qillatul haya’ (sedikit rasa malunya), jika seseorang telah kehilangan rasa malu maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa.

Thulul amal (panjang angan- angan), merasa hidupnya masih lama di dunia ini sehingga enggan untuk taubat.

Dhulmun la yantahi (kezhaliman yang tak pernah berhenti) perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya jika tidak segera taubat dan berhenti maka sulit untuk meninggalkan kemaksiatan tersebut.

Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari eberapa perkara ini sehingga tetap istikamah dalam ketakwaan.

Robbana Taqobbal Minna, Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), Amiin.

Semoga Bermanfaat.

Komentar