oleh

7 Amalan Sunah di Bulan Syawal yang Perlu Umat Islam Tahu

PortalMadura.Com – Bulan Ramadan tinggal hitungan hari dan akan tiba bulan Syawal. Saatnya semua umat Islam akan merayakan hari kemenangan atau hari raya Idul Fitri. Kebahagiaan dan kemeriahan akan dirasakan karena telah menjalani ibadah puasa selama satu bulan dengan kuat dan semoga berkah.

Nah, meskipun bulan Ramadan segala kelakuan baik memperoleh pahala berlipat ganda, bulan Syawal juga tidak kalah istimewa. Ada beberapa amalan sunah bulan Syawal yang juga menyimpan pahal berlimpah. Apa saja? Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman popmama.com, berikut penjelasannya:

Puasa 6 Hari di Bulan Syawal

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, amalan penting di bulan Syawal yang pertama tentunya adalah puasa 6 hari.

Salah satu amalan penting di bulan Syawal ini biasanya dilakukan mulai hari kedua bulan Syawal, karena di hari pertama, yaitu saat Hari Raya Idul Fitri diharamkan untuk melaksanakan ibadah puasa.

Setelah menjalani puasa selama satu bulan penuh pada bulan Ramadan, puasa 6 hari di bulan Syawal ini menjadi pelengkap atau penyempurna amalan pada bulan Ramadan.

Walaupun biasa dilakukan pada hari kedua bulan Syawal, namun banyak juga yang melaksanakan ibadah puasa 6 hari di bulan Syawal ini pada minggu kedua bulan Syawal.

Hal ini disebabkan karena minggu pertama syawal kebanyakan orang masih merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan bersilaturahmi ke rumah keluarga maupun teman. Saat bersilaturahmi ini biasanya disertai dengan makan dan minum dalam rangka lebaran. Keutamaan puasa Syawal terdapat dalam hadis yang diriwayatkan Muslim.

Hadis itu berasal dari Abu Ayyub Al Anshori yang pernah mendengar sabda Nabi Muhammad SAW: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh,” (HR Muslim)

Dengan keutamaan puasa 6 hari di bulan Syawal, tentunya akan sangat merugi bila seorang muslim tidak memanfaatkan salah satu keistimewaan bulan Syawal ini.
Dengan hanya mencukupkan puasa Ramadan dengan puasa 6 hari di bulan Syawal membuat Anda mendapatkan pahala seakan berpuasa setahun penuh.

Maka dari itu, puasa 6 hari di bulan Syawal merupakan salah satu keistimewaan bulan Syawal yang paling besar pahalanya bagi umat islam, walaupun merupakan ibadah sunah. Melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal juga merupakan wujud rasa syukur dan memohon ampunan kepada Allah SWT bagi seluruh umat muslim.

Menikah di Bulan Syawal

Amalan penting di bulan Syawal berikutnya adalah melaksanakan pernikahan. Tentunya Anda tidak asing lagi dengan keistimewaan bulan Syawal yang satu ini, pasalnya sering sekali setelah Hari Raya Idul Fitri banyak umat islam yang melaksanakan pernikahan.

Menikah pada tanggal berapapun dan pada hari apapun di bulan Syawal merupakan suatu kebaikan bagi yang melaksanakannya. Seperti yang dikisahkan dalam hadis muslim dari istri rasul Aisyah RA: “Rasulullah SAW menikahiku saat bulan Syawal dan mengadakan malam pertama dengan aku di bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian selain aku?,” (HR. Muslim, An Nasa’i)

Jadi menikah di bulan Syawal merupakan salah satu sunah rasul, dimana Nabi Muhammad SAW menikah pada bulan Syawal. Amalan penting di bulan Syawal ini tentunya harus Anda sesuaikan dengan keadaan saat ini, terutama saat pandemi Covid-19 masih merajalela.

Untuk melangsungkan pernikahan, Anda mungkin tidak perlu mengadakan pesta besar yang mengundang banyak kerumunan.

Silaturahmi di Bulan Syawal

Bersilaturahmi merupakan salah satu ibadah yang tidak asing lagi di bulan Syawal. Salah satu amalan penting di bulan Syawal ini biasanya dilakukan dengan berbagai kegiatan seperti mudik ke kampung halaman dan saling bermaafan dengan keluarga, tetangga, dan teman-teman.

Jadi tidak heran bila bulan Syawal begitu istimewa dengan menjadi salah satu bulan di mana kebanyakan umat muslim bersilaturahmi. Bulan Syawal merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan dari Allah SWT dengan silaturahmi dan bermaaf-maafan yang dilaksanakan oleh seluruh umat islam.

Silaturahmi di masa pandemi ini dapat diakali dengan teknologi. Anda bisa saling bermaaf-maafan lewat video call dengan keluarga dan sahabat agar terhindar dari virus corona. Apalagi, banyak juga orang yang tidak bisa mudik karena Pembatasan Sosial Berskala Besar.

I’tikaf di Bulan Syawal

Melakukan i’tikaf atau berdiam diri di dalam masjid merupakan salah satu amalan penting di bulan Syawal. Maksud berdiam diri ini tentunya bukan hanya berdiam diri saja di dalam masjid tanpa melakukan apa-apa.

Berbagai amalan dan ibadah dapat dilakukan selama melaksanakan I’tikaf. I’tikaf merupakan cara seorang hamba lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berzikir, melaksanakan salat limawaktu dan salat sunah, serta membaca Al-Quran.

Biasanya I’tikaf dilaksanakan seminggu terakhir di bulan Ramadan. Pelaksanaan I’tikaf banyak yang dilakukan saat malam hari saja, ada juga yang benar-benar melaksanakannya seharian penuh tanpa keluar dari masjid, kecuali untuk makan.

I’tikaf ternyata bisa juga dilakukan di bulan Syawal, apabila pada bulan Ramadan Anda tidak sempat melaksanakannya. Jadi amalan penting di bulan Syawal selanjutnya adalah sebagai waktu untuk mengganti ibadah I’tikaf yang terlewat atau tidak sempat dilaksanakan saat bulan Ramadan.

Untuk mengakali I’tikaf di masjid berkaitan dengan pandemi Covid-19, Anda bisa I’tikaf di rumah saja. I’tikaf di rumah dapat memperkecil penyebaran Covid-19. Tentang hal ini Nabi SAW bersabda: “Tidak boleh membahayakan (diri sendiri) dan tidak boleh membahayakan orang lain,” (HR. Daruquthni)

Salat Malam dan Ibadah Sunah Lainnya

Tentunya di bulan Ramadan Anda sudah terbiasa melaksanakan berbagai ibadah sunah. Hal ini tentunya harus tetap dijaga di bulan-bulan berikutnya.

Justru dengan adanya bulan Ramadan, Anda dapat terbiasa melaksanakan berbagai ibadah sunah yang biasanya jarang Anda lakukan.

Amalan penting di bulan Syawal ini adalah menjaga salat malam dan ibadah sunah lainnya. Karena sesungguhnya, mengamalkan salat malam sesudah salat wajib membawa kebaikan bagi diri Anda sendiri.

Untuk itu, ada baiknya jika seluruh amalan sunah yang biasa dilakukan selama bulan Ramadan, jangan sampai terputus saat bulan Syawal.

Bulan Syawal hadir sebagai penyempurna dan penambal amalan-amalan yang tidak dapat dilaksanakan saat bulan Ramadan.

Bersedekah di Bulan Syawal

Amalan sunah selanjutnya yang bisa dilakukan di bulan Syawal adalah bersedekah. Selain mendapatkan pahala yang berlimpah, sedekah juga ternyata memiliki manfaat lain untuk diri kita.

Diketahui, sedekah mampu meningkatkan rasa empati seseorang, menghindarkan dari sifat kikir, melancarkan rezeki, melatih pikiran positif, dan meningkatkan rasa syukur.

Tidak hanya bermanfaat untuk Anda, namun uang yang disedekahkan juga akan sangat bermanfaat bagi penerimanya. Apalagi saat adanya pandemi Covid-19 seperti saat ini, pasti sedang banyak orang yang kesulitan dan kehilangan pekerjaanya.

Bertakbir

Terakhir adalah bertakbir. Membaca takbir sama juga dengan berdzikir, oleh karena itu tidak ada larangan dalam bertakbir selama dalam batas wajar.

Takbir terbagi dua macam yakni takbir mursal dan takbir muqayyad. Takbir mursal adalah pembacaan takbir yang tidak terikat waktu sehingga dianjurkan sepanjang malam, seperti takbir di malam Idul Fitri dan Idul Adha.

Sedangkan takbir muqayyad adalah takbiran yang terbatas pada waktu, seperti pembacaan takbir setiap selesai salat lima waktu selama hari raya Idul Adha dan hari tasyrik, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Nah, itulah ketujuh amalan sunah di bulan Syawal yang dapat memperbanyak pahala Anda. Semoga dapat diterapkan bersama keluarga di rumah, ya!

Rewriter : Desy Wulandari
Sumber : Popmama.Com

Komentar