oleh

750 KK Tak Teraliri Listrik

SUMENEP (PortalMadura) – Sedikitnya 750 kepala keluarga (KK) yang tersebar di dua dusun di Desa Gadding, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep hingga saat ini tidak teraliri listrik. Dua dusun itu yakni Dusun Somangkaan dan Dusun Jenggerra Temor.

Dua dusun tersebut hingga saat ini belum menikmati secara maksimal jaringan listrik, meski pun ada sebagian yang menggunakan lampu, mereka harus memasang kilometer di dusun atau desa tetangga yang berjarak puluhan kilometer. Bahkan, untuk satu meteran listrik digunakan untuk puluhan kepala rumah tangga.

Kondisi tersebut dikeluhkan oleh masyarakat setempat, sebab mereka tidak bisa memanfaatkan listrik secara leluasa. “Disini masih sedikit masyarakat yang punya meteran listrik, karena meteran harus dititip didesa tetangga dan membutuhkan jalur (kabel) yang sangat panjang untuk bisa sampai di dusun kami,” kata Razak, salah satu warga Dusun Somangkaan, Kamis (17/10/2013).

Razak menjelaskan, masyarakat pernah mendaftar di PLN dengan jaminan uang sebesar Rp1 juta, tapi karena beberapa tahun jaringan tidak terealisasi, masyarakat memilih untuk menarik uang jaminan tersebut.

“Dulu pernah ada yang mengkoordinir untuk penyambungan jaringan listrik itu, tapi berjalan beberapa tahun, ternyata tiangnya saja belum terpasang, akhirnya warga memilih untuk menarik uang tersebut dan sampai sekarang belum ada jaringan listrik,” urainya.

Pihaknya meminta, pemerintah bisa melihat kondisi masyarakat yang kesulitan listrik ini. Sebab, keberadaan listrik saat ini sangat dibutuhkan masyarakat seperti untuk kebutuhan mesin pompa air atau penerangan dimalam hari.

“Yang mempunyai kilometer listrik bisa dihitung, mungkin ada 6 orang didua dusun ini,” paparnya.

Didua dusun itu terdapat sekitar 750 kepala keluarga (KK) atau 1.500 lebih penduduk. Dan Desa Gadding memiliki 7 dusun diantaranya, Dusun Janggerra Temor, Janggerra Barak, Somangkaan, Teramok, Buruna, Kalompang dan Buatan. Dari tujuh dusun itu tinggal dua dusun yang belum teraliri jaringan listrik.(arif/htn).


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.