99 Nama Allah, Haruskah Menghafalnya?

Editor: Putri Kuzaifah
99-Nama-Allah,-Haruskah-Menghafalnya
Ilustrasi (Pecihitam.org)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Sebagaimana diketahui bahwa Allah SWT mempunyai nama sesuai sifat ketuhanannya dan tidak ada yang memiliki nama-nama indah itu kecuali Allah. Oleh karena itu, dalam berkomunikasi dengan Tuhan hendaknya memanggil dengan nama yang diberikan kepada diri-Nya sendiri.

Hal ini tidak lain untuk menggunakannya pada kebutuhan dan keinginan Anda. Mengingat pentingnya nama-nama tersebut dalam kehidupan sehari-hari, lantas haruskah setiap muslim menghafalkannya atau sekadar mengetahuinya saja?. Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Dilansir Republika.com dari laman aboutislam.net, dalam sahih al-Bukhari disebutkan,

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

{ أَحْصَيْنَاهُ }

حَفِظْنَاهُ

Telah menceritakan kepada kami Abul Yaman Telah mengabarkan kepada kami Syu’aib telah menceritakan kepada kami Abuz Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, siapa yang meng-ihsha’nya, maka ia masuk surga.” Dan makna meng-ihsha’ adalah menjaga sebagaimana firman Allah: ‘Ahshainaa (Kami menjaganya) ‘ (Yasin ayat 12).

Para ulama memiliki pandangan yang berbeda tentang menghafal nama-nama Allah dengan hati. Beberapa sarjana berpendapat bahwa nama-nama ilahi harus benar-benar dihafalkan dengan hati.

Beberapa sarjana lain memandang bahwa nama-nama ilahi harus dipahami dengan benar. Kelompok ketiga berpandangan bahwa muslim harus berakhlak sesuai dengan makna nama-nama ilahi.

Oleh karena itu, maka nama Allah yang satu artinya seorang muslim tidak boleh menyekutukan Tuhan. Contoh lain nama Allah adalah Pemberi rezeki, kita tidak boleh mencari rezeki dari orang lain. Satu pandangan terakhir adalah bahwa umat Islam harus menyebut Allah dengan nama-nama ini. Dalam Alquran surat Al A’raf ayat 180,

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Allah memiliki Asmaulhusna (nama-nama yang terbaik). Maka, bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut (Asmaulhusna) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.