Perak Antam Tembus Rp57.700 per Gram! Harga Dunia Capai Rekor US$92,37

Avatar of PortalMadura.com
Harga perak Antam naik jadi Rp57.700_gram pada 15 Januari 2026. Harga global tembus US$92,37—rekor tertinggi baru
Harga perak Antam naik jadi Rp57.700_gram pada 15 Januari 2026. Harga global tembus US$92,37—rekor tertinggi baru

PortalMadura.com Harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) terus menunjukkan tren kenaikan signifikan. Pada Kamis pagi ini, harga perak Antam naik Rp2.800 menjadi Rp57.700 per gram, lu berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia.

Kenaikan ini melanjutkan momentum positif sejak awal pekan. Sehari sebelumnya, Rabu (14/1), harga perak Antam sudah melonjak *Rp2.544 ke level Rp54.900 per gram, setelah sebelumnya naik Rp1.200 pada Selasa (13/1) ke posisi Rp52.356 per gram.

Di pasar global, perak bahkan mencetak rekor tertinggi baru. Menurut data Kitco per 15 Januari 2026 pukul 09.00 WIB, harga perak dunia menguat 0,78% ke level US$92,37 per troy ons—menembus angka psikologis US$90 untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Jim Wyckoff, Analis Pasar di Kitco Metals, menyatakan bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik global mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti perak. “Sentimen pasar sangat optimistis.

Banyak pelaku pasar meyakini harga perak bisa menembus US$100 per troy ons dalam waktu dekat,” ujarnya.

Sementara itu, Antam juga memperbarui harga perak batangan dalam berbagai varian. Untuk perak murni ukuran 250 gram, harga dasarnya dipatok Rp14.825.000, atau Rp16.455.75 jika sudah termasuk PPN 11%. Sedangkan untuk ukuran 500 gram, harganya mencapai Rp28.850.000 (Rp32.023.500 dengan PPN).

Tak ketinggalan, produk perak seriHeritage juga mengalami penyesuaian. Harga perak Heritage 31,1 gram hari ini sebesar Rp2.342.300 (Rp2.599.953 dengan PPN), sementara varian 186,6 gramdijual seharga Rp12.932.116 (Rp14.354.649 dengan PPN).

Kenaikan harga perak ini mencerminkan permintaan yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Bagi investor ritel, perak semakin diminati sebagai alternatif diversifikasi portofolio selain emas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses