portalmadura.com – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mengakui adanya beberapa kesalahan yang ia lakukan saat berlaga di ajang Moto3 Inggris 2026.
Meskipun demikian, Veda berhasil menyelesaikan balapan di Sirkuit Silverstone pada Minggu malam (9/8) WIB dengan finis di posisi kesembilan.
Pengakuan ini muncul setelah balapan sengit yang menyaksikannya berjuang keras di tengah persaingan ketat kelas Moto3.
Hasil ini, meskipun tidak memenuhi ekspektasi pribadinya untuk bersaing di rombongan terdepan, memberikan pelajaran berharga bagi pembalap berusia 17 tahun tersebut untuk seri-seri berikutnya.
Ia bertekad untuk melakukan perbaikan berkelanjutan.
Jalannya Balapan dan Tantangan di Silverstone
Veda Ega Pratama, yang memperkuat tim Honda Team Asia, memulai balapan dari posisi ke-15 setelah mengalami kesulitan dalam sesi kualifikasi sehari sebelumnya.
Pada saat itu, Veda juga mengakui membuat kesalahan dalam kualifikasi yang membuatnya gagal start dari barisan depan.
Ia sempat mengungkapkan kekecewaannya karena harus berjuang lebih keras dari posisi start yang kurang ideal.
Ketika lampu start padam, Veda menunjukkan tekadnya dengan langsung memperbaiki posisi.
Ia berhasil melesat ke urutan ke-11.
Namun, kondisi balapan Moto3 yang dikenal penuh insiden dan persaingan ketat membuatnya kesulitan mempertahankan posisi tersebut.
Pembalap asal Indonesia itu sempat naik turun posisi di sepanjang balapan.
Ia berhasil mendekati rombongan terdepan dan bahkan sempat menempati posisi ketujuh sebelum akhirnya menyelesaikan balapan di posisi kesembilan.
David Almansa keluar sebagai pemenang di Moto3 Inggris 2026 setelah balapan yang berlangsung sengit.
Pengakuan Veda Ega Mengenai Kesalahan
Dalam pernyataannya, Veda Ega mengungkapkan bahwa balapan berjalan cukup baik.
Ia mengaku memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi, terutama dengan bagian depan motor dan penggunaan kompon ban medium yang dipilihnya.
“Balapan hari ini berjalan dengan baik.
Sejujurnya, saya memiliki kepercayaan diri yang sangat baik, terutama dengan bagian depan dan kompon medium selama balapan,” ujar Veda Ega seperti dikutip dari rilis Honda Team Asia.
Strateginya adalah untuk tetap fokus pada dirinya sendiri dan berusaha bertahan di rombongan terdepan. “Saya mencoba fokus pada diri sendiri dan tetap berada bersama rombongan karena rencananya adalah bertahan di grup terdepan,” tambahnya.
Namun, beberapa insiden yang lazim terjadi di kelas Moto3 menyebabkan dirinya kehilangan kontak dengan rombongan pembalap terdepan. “Sayangnya, seperti yang biasa terjadi di Moto3, ada beberapa insiden selama balapan dan itu membuat saya kehilangan kontak dengan grup terdepan,” jelas Veda.
Veda Ega juga secara spesifik mengakui bahwa ia membuat kesalahan saat berusaha mengejar kembali rombongan depan.
Ia menyadari ada beberapa aspek dalam gaya berkendaranya yang perlu ditingkatkan untuk balapan berikutnya.
Evaluasi dari Kualifikasi
Kondisi sulit sebenarnya sudah dirasakan Veda sejak sesi kualifikasi.
Ia mengungkapkan kesulitan dalam menemukan kepercayaan diri dan ‘feeling’ terhadap motor seperti yang ia rasakan pada hari Jumat, sesi latihan bebas.
“Hari ini jauh lebih sulit dibandingkan kemarin.
Sejak pagi, saya cukup kesulitan dan tidak benar-benar bisa menemukan kepercayaan diri serta feeling terhadap motor seperti yang saya rasakan pada hari Jumat,” kata Veda Ega.
Salah satu kesalahan fatal yang diakuinya adalah terlalu lama menunggu untuk membuntuti pembalap lain saat kualifikasi.
Meskipun membuntuti pembalap lain bisa sangat membantu, Veda menunggu terlalu lama hingga akhirnya memutuskan untuk melaju sendirian.
“Saat kualifikasi, saya tahu bahwa membuntuti pembalap lain bisa sangat membantu, jadi saya menunggu momen yang tepat; namun, kami menunggu terlalu lama hingga akhirnya saya memutuskan untuk melaju sendirian.
Saya melakukan kesalahan pada putaran tersebut, dan setelah itu tidak ada cukup waktu untuk mengganti ban serta kembali turun ke lintasan,” ungkap Veda Ega.
Pujian dari Manajer Tim Honda Team Asia
Meskipun Veda Ega mengakui kesalahannya, Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, tetap memberikan pujian atas penampilan pembalap Indonesia tersebut.
Aoyama menilai Veda telah menunjukkan perjuangan yang baik di Moto3 Inggris 2026.
“Balapan Moto3 hari ini sangat menarik.
Kami menyelesaikan 15 lap dan, meskipun balapan ini tidak mudah, kedua pembalap berhasil berjuang hingga akhir dan akhirnya kami meraih poin,” ucap Aoyama.
Aoyama menyoroti start Veda yang sangat baik, yang membuatnya dengan cepat masuk ke posisi 10 besar dan tampil baik di grup cepat.
Namun, insiden di depannya berdampak pada Veda, menyebabkannya kehilangan waktu signifikan dan harus berjuang di grup kedua.
Meski demikian, Aoyama tetap mengapresiasi perjuangan Veda Ega Pratama.
Veda Ega sendiri bertekad untuk terus bekerja keras, berkembang, dan kembali dengan performa yang lebih kuat di seri balapan berikutnya.
Ini menunjukkan semangat pantang menyerah dari pembalap muda berbakat Indonesia tersebut di kancah Moto3 internasional.





