Aksi Gepeng ‘Langkahi Sesumbar’ Bupati Sumenep Makin Merajalela

Avatar of PortalMadura.com
Aksi Gepeng 'Langkahi Sesumbar' Bupati Sumenep Makin Merajalela
Pengemis di traffic light Jl Trunojoyo, Kecamatan Kota Sumenep (@portalmadura.com)

PortalMadura.Com, Sumenep – Gelandangan dan pengemis (Gepeng) terus berkeliaran. Mereka seakan ‘melangkahi sesumbar’ Bupati Sumenep, Achmad Fauzi yang akan membersihkan gepeng di wilayah kota.

Gepeng terpantau meminta-minta pada pengguna jalan di traffic light Jl Trunojoyo, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat (18/6/2021).

Aksi gepeng ini juga dikeluhkan pengendara. “Kok tetap ada pengemis ya. Apa tidak ada perhatian dari pemerintah daerah,” kata salah satu pengendara motor, Rahman.

Baca Juga : Bupati Sumenep Instruksikan “Tangkap” Gelandangan dan Pengemis

Baca Juga : Sumenep Gagal Realisasikan Program Ekonomi Kreatif Bagi Gepeng

Baca Juga : Gepeng “Bebas” Keluar Masuk Kantor Pemerintahan Sumenep

Baca Juga : Beraksi di Kafe, Gepeng Langkahi Sesumbar Bupati Sumenep

Pihaknya menilai, pemerintah daerah sudah tidak mampu menangani persoalan gepeng. Tindakan tegas, kata dia, memang dibutuhkan, tapi solusi agar mereka tidak lagi meminta-minta adalah jauh lebih baik.

Baca Juga:  Warga Manding Daya Tumpengan di Malam 17 Agustus 2022

“Bisa saja kolaborasi program antar OPD tidak dikoordinir dengan baik sehingga merasa kesulitan mengatasi gepeng. Lalu, bupati gimana?,” katanya.

Sementara, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Sumenep, Purwo Edy Prawito mengaku sering melakukan razia gabungan untuk ‘menangkap’ gepeng yang berkeliaran.

“Mereka itu pintar mencari lengahnya petugas. Bahkan petugas setiap hari keliling kota, memantau,” dalihnya.

Jika ditemukan gepeng berkeliaran di Sumenep, pihaknya meminta masyarakat untuk segera melaporkan. “Tidak apa-apa laporkan saja kepada kami untuk dilakukan tindakan,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.