oleh

Aksi Stunt Rider Ciamik

Hampir di Seluruh Madura aktivitas sekelompok pemuda memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan seringkali ditemui. Padahal aktivitas tersebut sangat berbahaya dan meresahkan warga terutama para pengguna jalan, bahkan tidak jarang aksi nekat yang awalnya untuk mengisi waktu itu berakhir dengan kecelakaan.

Tapi bagaimana kalau sejumlah pemuda malah mengisi waktu dengan beratraksi di atas sepeda motor layaknya aksi para tokoh-tokoh film besutan Holywod seperti mengangkat ban belakang maupun berputar-putar dengan sepeda motor.? Hal tersebutlah yang dilakukan oleh Stund Rider Sumenep (SRS) hampir setiap hari di Depan kantor KONI Sumenep.

Ratusan orang tampak tertegun dan bedecak kagum saat seorang pemuda tiba-tiba menaikkan kaki kanannya diatas setir dan kaki krinya berada di sadel saat sepeda motor yang dikendarainya berjalan dengan kecepatan tinggi. Pemuda tersebtu adalah Wawan (23) salah satu anggota Ala Stund Rider Sumenep (SRS) ya berlatih sejumlah gerakan Stunt Rider sbeuah olahraga ekstreem beratraksi diatas sepeda motor dengan kondisi motor berjalan yang biasnaya dikenal warga dengan istilah freesyle.

Wawan sendiri bukan pemuda sembarangan, dia seorang Stunt Rider yang telah berpengalaman dan berprestasi, bahkan prestasinya terbilang membanggakan, bahkan dia berhasil merebut juara 2 dalam kompetisi Stunt Rider se Indonesia bulan Juni 2013 lalu di Surabaya.

Arsadi, 29 salah satu anggota SRS mengatakan kegiatan latihan yang dilakukan komunitas yang telah berdiri sejak Bulan April 2013 merupakan latihan rutin yang dilakukan oleh seluruh anggotanya untuk terus melatih teknik-teknik dalam Stunt Rider, dan khusus di Bulan Ramadhan mereka juga melakukanya untuk mengisi waktu sambil berbuka puasa sekaligus menghibur warga yang sedang nyareh malem.

“Sebenarnya agenda latihan rutin, tapi berhubung bulan puasa sekalian menunggu waktu berbuka dan menghibur warga” ungkapnya.

Komunitas SRS snediri sampai saat ini telah beranggotakan 15 orang yang terdiri dari 9 orang plater atau Stunt Rider dan 6 orang crew yang bertugas mempersipakan beragam peralatan terutama peraltan keselamatan. Sebab menurut Arsadi, Stunt Rider bukan aksi balap liar yang dilakukan ugal-ugalan dan tidak memperhatikan keselamatan. menurutnya dalam Stunt Rider faktor keselamatan player dan kelengkapan alat-alat yang digunakan seperti sepeda motor wajib diperhatikan.

Bahkan seorang Stunt Rider harus menggunakan lengkap beragam peralatan sebelum melakukan aksinya seperti Helm khusus, Body Protector Speatu dan Sarung Tangan. Semua alat kelengkapan tersebtu wajib hukumnya di gunakan oleh para player, bahkan saat latihan sekalipun. Penggunaan perlindungan tersebut dengan tujuan meminimalisir benturan yang mungkin akan berakibat fatal, sebab kegiatan Stunt Rider sangat berbahaya.

“Kita tidak seperti balap liar yang ugal-ugalan, kami semua harus menggunakan peralatan lengkap” ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan Dedi (23), mahasiswa yang sejak awal berdirinya SRS sudah bergabung ini membenarkan hal tersebut, dan dia merasakan banyak manfaatnya. Sebab menurutnya semua perlengkapan tersebut merupakan alat untuk melindungi para player saat beratraksi sehingga kemanan dan keselamatan para player dapat terjamin.

“Ini untuk melindungi kita sendiri mas” ungkapnya.

Sementara itu banyak warga yang memuji apa yang dilakukan oleh anggota Komunitas SRS tersebut, bahkan mereka menilai kegiatan yang dilakukan para pemuda tersebut merupakan kegiatan positif dibandignkan dengan kegiatan balap liar yang ugal-ugalan dan tidak pernah memikirkan keselamatan.

“Lebih bagus ini dengan balap liar, mereka menunjukkan keahlian meraka, kalau balap liar hanya bikin resah masyarakat” ungkap Sunarto, 44 salah satu warga yang menonton atraksi SRS bersama anak balitanya


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE