Amalan 1 Muharram, Benteng Diri dan Perbaikan Ekonomi dalam Kitab Kanzun Najah

Avatar of PortalMadura.com
Amalan 1 Muharram, Benteng Diri dan Perbaikan Ekonomi dalam Kitab Kanzun Najah
Kitab Kanzun Najah (istimewa)

PortalMadura.Com – Awal tahun Islam atau 1 Muharram yang lumrah disebut bulan Suro oleh warga muslim di Jawa memiliki keistimewaan tersendiri.

Banyak amalan atau doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam tahun baru hingga hari pertama. Selain doa akhir tahun dan awal tahun hijriyah, banyak amalan lain yang disarankan.

Salah satunya bersumber dari Kitab Kanzun Najah Was Surur Fil Ad’iyatil Ma’tsurotil Lati Tasyrohush Shudur, disusun Syekh Abdul Hamid Almakki Assyafii

KH. Ahmad Bantusari, Pengasuh PP Salaf Darussalam Banyusari, Malausma, Majalengka, pada kanal YouTube Majmu’atul Fawaaid menyebutkan, keagungan atau keistimewaan bulan Muharram itu dijabarkan pada halaman 64.

Salah satu amalan yang dianjurkan pada 1 Muharram yakni membaca Ayat Kursi sebanyak 360 kali. “Faedahnya, dengan membaca ayat kursi, menjadi benteng yang sangat kuat agar selamat dari gangguan setan, makhluk jahat dan gangguan keburukan lainnya,” katanya.

Faedah lainnya, kata dia, sangat tidak terhitung. “Juga akan diberi kemudahan dan keberkahan selama satu tahun. Misalnya, mengalami keburukan dalam ekonomi, insyallah akan ada perbaikan ekonomi kedepannya,” ujarnya.

Baca Juga:  10 Muharam 1444 H, Momentum Santuni Anak Yatim

Cara Mengamalkan Ayat Kursi

1. Dibaca sebanyak 360 kali, pada malam hari atau siang hari di hari pertama bulan Muharram.

2. Setiap membaca ayat kursi tersebut diawali dengan bacaan basmalah

3. Setelah mencapai hitungan 360 kali, maka ditutup dengan doa berikut ini.

Minimal dibaca 3 kali

Amalan 1 Muharram, Benteng Diri dan Perbaikan Ekonomi dalam Kitab Kanzun Najah

Allahumma Ya Muhawwilal ahwal hawwil hali ila ahsanil ahwal bi hawlika wa quwwatika Ya ‘Aziz Ya Muta’al wa shollallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Artinya:

“Wahai Yang mengubah keadaan-keadaan, ubahlah keadaanku kepada keadaan yang paling baik, dengan daya dan kekuatan-Mu wahai Yang Maha Mulia lagi Maha Luhur. Dan semoga Allah senantiasa bersalawat dan bersalam atas junjungan kita Nabi Muhammad dan atas keluarga dan sahabat beliau”.(*)

Baca Juga:  10 Muharam 1444 H, Momentum Santuni Anak Yatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.