oleh

Amalan Hindari Wabah dan Musibah

PortalMadura.Com – Di tahun 2020 negara Indonesia dilanda wabah Covid-19, bukan hanya Indonesia wabah ini sudah menjadi bencana dunia. Adanya wabah Covid-19 ini mempengaruhi segala sektor yang ada di negara Indonesia. Warga yang harusnya bekerja, tidak bisa bekerja seperti biasanya. Banyak karyawan perusahaan yang harus di PHK. Pemerintah menganjurkan untuk tetap tinggal di rumah, pasti Anda bingung apa yag harus dilakukan?

Wabah, musibah, penyakit, semua datang dari Allah Subhanahu Wata’ala. Allah adalah pemilik seluruh kerajaan bumi dan langit, termasuk pembuat penyakit. Karena itulah, setiap Allah ciptaan penyakit dan wabah, Allah pasti siapkan obatnya. Tugas kita adalah berkhitiar. Berikut ikhtiar berupa amalan yang bisa Anda lakukan untuk terhindar dari wabah Covid-19 dilansir dari Hidayatullah.com, Selasa (5/5/2020).

Sedekah

Bersedekahlah walau hanya sedikit, karena sebagian harta yang Anda miliki merupakan hak dari orang lain yang lebih membutuhkan. Sedekah tidak akan membuat Anda menjadi miskin dan kekurangan.

Sebaiknya semakin giatlah berbagi karena sedekah itu kata Rasulullah dapat menolak bencana wabah. Rasulullah bersabda:

“Sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (Vitiligo).” (Riwayat Imam Thabrani)

Bencana selamanya takkan bisa mendahului sedekah, Rasulullah bersabda : “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah.” (Riwayat Imam Baihaqi).

Sedekah bukan hanya menolak bencana, bahkan ia bisa menjadi benteng dari panasnya Neraka, sebagaimana sabdanya; “Bentengilah diri kalian dari siksa api neraka meskipun dengan separuh buah kurma.” (Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim

Tenang

Menghadapi wabah Covid-19 harus dihadapi dengan tenang, bukan berarti menganggap hal yang sepele. Namun, sikap tenang ini untuk mengurangi kepanikan dan kecemasan. Sikap tenang juga harus berhati-hati dan waspada untuk mencegah tertularnya virus ini.

Memiliki sikap tenang merupakan sifat dari orang mukmin sejati dan ini sudah jelas terdapat di Al-quran:

“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Fath [48]: 4)

Bersabar

Bersabar merupakan sesuatu hal yang mudah diucapkan namun sulit untuk di terapkan. Namun, jika Anda yakin pada Sang Kuasa maka Anda akan selalu bersabar. Seperti namanya sabar yang rasanya pahit, Namun hasil dari kesabaran akan lebih manis dari madu.

“Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (Imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah : 177)

Karena sabar itu kata As syaikh ibnul Qayyim rahimahullah:

“Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.” (Al Fawa’id, hal. 95)

Bersabarlah dengan wabah ini, untuk meraih cinta Allah tanpa batas.

Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar.“ (QS. Ali Imran : 146)

Salat

Salat merupakan kewajiban bagi umat islam,seharusnya dengan adanya wabah maka harus semakin giat dalam beribadah bukan justru meninggalkannya. Sabar senantiasa disandingkan dengan salat.

Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan salat.” (QS. Al Baqarah [2]: 45).

Yaitu mintalah pertolongan kepada Allah dengan bekal sabar dan salat dalam menangani semua urusan kalian. Begitu pula sabar menjadi sebab hamba bisa meraih kenikmatan abadi yaitu surga. Allah ta’ala berfirman kepada penduduk Surga.

“Keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian.” (QS. Ar Ra’d [13] : 24).

Doa

Doa adalah senjata terbaik bagi seorang mukmin dalam menghadapi kondisi sulit, karena itu Rasulullah memerintahkan dalam hadisnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, Nabi bersabda, “Mintalah perlindungan kepada Allah dari beratnya cobaan, kesengsaraan yang hebat, takdir yang jelek, dan kegembiraan musuh atas kekalahan.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Al-Bukhari, no. 6347 dan Muslim, no. 2707]

Mohonlah pada Allah, karena hanya Allah tempat bergantung dan hanya pada-Nyalah kita memohon pertolongan:

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (QS. An Naml: 62). (*)

Rewriter : Lisa Mana L
Sumber : Hidayatullah.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar