Anak Ketahuan Pacaran Diam-diam, Ini yang Harus Ortu Lakukan

Anak Ketahuan Pacaran Diam-diam, Ini yang Harus Ortu Lakukan
Ilustrasi (Skata)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Ketika anak sudah memasuki masa pubertas, biasanya mereka mulai tertarik dengan lawan jenis. Walaupun kadang sebagian dari mereka masih malu-malu kucing, tidak bisa dipungkiri jika dalam hatinya ada rasa suka pada seseorang.

Tidak semua orang tua memberikan kebebasan kepada anaknya untuk berpacaran. Maksudnya, sejauh ini masih ada Orang Tua (Ortu) yang melarang anaknya pacaran. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi hal-hal yang dinginkan pada anak, seperti kenakalan remaja pada umumnya.

Tapi, meskipun begitu, kadang ada anak yang nekat dengan menjalani pacaran backstreet alias pacaran diam-diam. Namun saat berlangsung lama, kadang hubungan itu akan ketahuan juga oleh orang tua.

Nah, jika Bunda dan Ayah berada di situasi ini, gimana baiknya harus bersikap?. Apakah langsung memarahinya atau diam saja membiarkan mereka berlanjut menjalani hubungannya?.

Menurut psikoterapis, Amy Morin LCSW menjelaskan, ketika remaja pacaran, orang tua harus tetap menjalankan keterampilan mengasuh anak dan mengobrol dengan anak dengan santai.

“Penting untuk berbicara dengan anak remaja tentang berbagai topik, seperti nilai-nilai pribadi. Bersikap terbuka pada anak remaja tentang segala hal mulai dari memperlakukan orang lain sesuai dengan nilai-nilai dalam keluarga,” kata Morin, seperti dilansir PortalMadura.Com, Minggu (3/11/2019) dari Haibunda.com yang mengutip Very Well Family.

Sementara itu, dalam buku berjudul 1001 Cara Bicara Orang Tua dengan Remaja dari BKKBN dan John Hopkins Center for Communication Programs, dituliskan remaja tertarik lawan jenisnya itu wajar.

Baca Juga:  Paud Budi Luhur Paberasan Perkuat Visi Misi Bupati Sumenep

Ini menandakan perkembangan fisik dan psikisnya sesuai umur. Dan kalau sampai diam-diam, berarti anak merasa tidak nyaman dengan orang tuanya. Mungkin anak pernah patah arang karena Bunda pernah melarangnya berpacaran.

Pada dasarnya, remaja akan terbuka pada orang tua ketika mereka merasa aman. Maksudnya, orang tua tidak akan bereaksi di luar batas toleransi remaja. Selama mereka masih memberikan tekanan dan larangan maka anak kemungkinan akan terus menutupinya.

Dengan kata lain, kalau sampai pacaran backstreet, berarti remaja belum mau bercerita karena merasa belum nyaman. Rasa nyaman ini tidak bisa dipaksakan, namun akan tumbuh seiring dengan tumbuhnya rasa percaya pada orang tua.

Nah, soal remaja boleh tidak berpacaran, itu tergantung nilai-nilai di dalam keluarga. Setiap keluarga tentunya memiliki konsep pacaran yang berbeda-beda definisinya. Ini semua tergantung nilai di dalam keluarga.

Baca Juga:  Paud Budi Luhur Paberasan Perkuat Visi Misi Bupati Sumenep

Baca Juga : Orang Tua, Begini 5 Cara Agar Anak Anda Tak Hamil di Luar Nikah

Begitu juga dalam batasan berpacaran. Setiap orang tua mempunyai pemahaman tersendiri bagaimana menyikapi hal tersebut. Ada yang cenderung mengabaikannya, dan tidak sedikit juga yang terlalu mengontrol setiap gerak-gerik anak.

Oleh karena itu, alangkah baiknya melibatkan remaja dalam menyusun definisi dan batasan berpacaran. Ketika anak memberi tahu atau meminta izin pacaran, orang tua sebaiknya menerima informasi tersebut sambil mengingatkan batasan dan nilai yang dipegang keluarga.

Saat anak dibuat mengerti maksud dan tujuan Anda, maka kemungkinan besar ia juga akan mengikuti nasihat Anda. Karena ada sebagian anak yang memiliki tipikal tidak mau dikekang atau dituntut.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.