Anggota KPPS yang Meninggal Bertambah Jadi 382 Orang

Anggota KPPS yang meninggal bertambah jadi 382 orang
Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menunggu Tempat Pemungutan Suara (TPS) 25 Desa Tuban, Kecamatan Kuta Badung, Bali. ( Mahendra Moonstar - Anadolu Agency )
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Jakarta – Jumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemilu Serentak (KPPS) yang meninggal bertambah menjadi 382 orang.

Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arif Rahman Hakim mengatakan data tersebut dihimpun hingga Kamis pagi.

Anggota KPPS yang meninggal tersebut tersebar di 30 provinsi di Indonesia.

“Paling banyak ada di Jawa Barat, 100 anggota KPPS meninggal,” ujar Arif melalui pesan tertulis pada Kamis.

Selain itu, sebanyak 3.529 anggota KPSS masih dalam kondisi sakit.

Para pelaksana Pemilu meninggal diduga akibat sakit dan kecelakaan setelah kelelahan menjalankan tugas Pemilu.

Pemerintah akan memberi santunan untuk keluarga dari petugas yang meninggal sebesar Rp 36 juta.

Selain itu, anggota KPPS yang sakit dan cacat karena kecelakaan akan mendapat santunan Rp 8,25 juta hingga Rp16,5 juta.

KPU tengah menyiapkan petunjuk teknis untuk menyalurkan santunan dari Pemerintah untuk keluarga korban yang meninggal dan yang sakit. dilaporkan Anadolu Agency, Kamis (2/5/2019).

Selain anggota KPPS, sebanyak 72 orang Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan 22 anggota Polri juga meninggal setelah menjalankan tugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.