Arab Saudi Setop Pemberangkatan Jemaah Umroh, Travel Sampang Alami Kerugian

Kantor Kemenag Sampang
Kantor Kemenag Sampang (Foto. Rafi)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sampang – Calon jemaah umroh dari Shafira Tour and Travel di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, gagal berangkat.

Hal ini akibat Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan pemberhentian sementara untuk pemberangkatan calon jemaah umroh dan wisatawan asing sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

Kebijakan itu sebagai tindakan antisipasi wabah virus Corona atau Covid-19 yang menyebar ke sejumlah negara.

Owner Shafira Tour and Travel di Sampang, Riezqy Nurika menyampaikan, kebijakan pemerintah Arab Saudi berdampak kurang baik.

Perusahaan yang ia kelola rugi karena harus menggagalkan keberangkatan jemaah umroh yang dijadwalkan pada tanggal 2, 9, 14 dan 18 Maret 2020.

“Tentu kami banyak mengalami kerugian yang harus ditanggung travel,” katanya tanpa menyebut nilai kerugian, Jumat (28/2/2020).

Baca Juga:  Bagaimana Jika Terlanjur Makan Barang Haram? Ini yang Harus Dilakukan

Baca Juga: Begini Kronologi Penggerebekan Gudang Oplos Beras BPNT di Sumenep

Riezqy mengaku sudah mem-booking hotel, 4 unit pesawat, dan makanan untuk jemaah umroh. Namun pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan semua pihak yang terlibat pada persiapan pemberangkatan dan menyesuaikan dengan kebijakan dari pemerintah Arab Saudi.

“Ada sekitar dua ribu jemaah umroh yang terbagi 4 kali tahap pemberangkatan pada Maret ini. Tapi kami susun jadwal baru sampai jemaah bisa berangkat,” lanjutnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sampang, H. Pardi, mengimbau kepada seluruh pelaku travel supaya melakukan penjadwalan ulang bagi pemberangkatan calon jemaah umroh.

Moratorium atau kebijakan pemberhentian dari pemerintah Arab Saudi bersifat kondisional dalam rangka mempersiapkan dan mencegah wabah virus corona.

Baca Juga:  Operasi Kapal, Petugas Polair Gagal Dapat Motor Bodong

“Kami menyarankan kepada semua travel umroh di wilayah Sampang supaya melakukan penjadwalan ulang dalam waktu dekat,” katanya.

Pihaknya mendorong pelaku travel memberikan pemahaman kepada seluruh calon jemaah jika semata-mata untuk kepentingan kesehatan dan keselamatan.

“Calon jemaah tidak perlu selalu berpikir serius karena ada penundaan. Travel memberi pemahaman agar jemaah tidak resah dan bersabar,” pungaksnya.(*)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.