oleh

Arus Mudik Natal dan Tahun Baru Terbagi Dua Gelombang

PortalMadura.Com, Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memprediksi puncak arus mudik pada perayaan Natal dan Tahun Baru terjadi dalam dua gelombang.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menuturkan puncak arus mudik gelombang pertama terjadi pada 21 dan 22 Desember, sedangkan puncak arus balik pada 25 Desember.

Puncak arus mudik gelombang kedua, sambung Dedi, diperkirakan pada 28 dan 29 Desember, sedangkan puncak arus baliknya pada 1 Januari 2019.

“Berdasarkan estimasi dari Korps Lalu Lintas, 80 ribu kendaraan akan meninggalkan Jakarta pada libur Natal dan Tahun Baru,” kata Dedi di Jakarta, Kamis.

Polri, kata Dedi, juga telah mendata sejumlah titik rawan macet di sepanjang Pulau Jawa.

Ruas tol Jakarta-Cikampek memiliki tiga titik rawan macet akibat sejumlah proyek pembangunan, lanjut Dedi.

Pertama, pada kilometer ke-9 hingga ke-47 arah Cikampek akibat proyek tol layang.

Kedua, pada kilometer ke-2 hingga ke-36 arah Jakarta akibat proyek kereta cepat.

Ketiga, pada kilometer ke-2 hingga ke-17 arah Cikampek akibat proyek light rail transit (LRT). dilaporkan Anadolu Agency, Kamis (20/12/2018).

Sejumlah titik lain juga tercatat rawan yakni ruas Malangbong, Lembang, Gentong, Cipali-Cikampek, serta ruas Purwokerto-Penjagaan.

Polri, sambung dia, akan menerapkan rekayasa lalu lintas apabila panjang kemacetan lebih dari dua kilometer “Apabila ekor kemacetan sudah dua kilometer lebih akan dilakukan contra-flow dan one way. Begitu juga di pintu tol kalau lebih dari dua kilometer akan dibuka gratis,” jelas Dedi. (AA)


Tirto.ID
Loading...

Komentar