oleh

Asta Partelon Sergang Dipastikan Ada Sebelum Zamannya Bindara Saod

PortalMadura.Com, Sumenep – Keberadaan Asta Partelon Desa Sergang, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dipastikan sudah ada sebelum zamannya Bindara Saod, Sumenep.

Bindara Saod sendiri adalah raja ke-29 yang memimpin kerajaan Sumenep, sejak tahun 1750 – 1762.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

“Yang di sini [Asta Partelon Sergang, red] di atasnya Bindara Saod. Jelas itu di atasnya!. Bindara Saod itu abat ke-18,” tegas Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Sumenep, Tadjul Arifin R, saat berkunjung ke lokasi Asta Partelon Sergang, Selasa (7/9/2021).

Menurut Tadjul, sapaan akrab Tadjul Arifin R, bila dilihat pada tekstur dan estetika batu kumbung pada kijing (batu nisan) sudah banyak perpaduan.

“Dari batu nisannya, perpaduan abat 17-19 masehi. Ini pasca Wali Songo,” katanya kembali menegaskan.

“Kalau dilihat dari pagar [Asta Partelon Sergang, red], umurnya baru. Karena sudah ada perekatnya [adonan/campuran tanah]. Kalau pada batu nisan tidak ada perekatnya,” sambungnya.

Pantauan di lokasi, panjang batu nisan di Asta Partelon Sergang tersebut, rata-rata memiliki panjang 3 meter dengan enam sampai tujuh undak. Sedangkan pada jiratnya terdapat ukiran indah yang melambangkan status seseorang.

Tadjul Arifin R juga memastikan, bahwa di daerah Asta Partelon Sergang bukan tempat sebuah keraton. Wilayah Sergang, kata dia, daerah tujuan bukan wilayah pembuangan.

“Ini bukan tempat keraton. Lebih dekat, di sini ada sebuah perguruan [tempat mendalami ilmu agama]. Di sini daerah tujuan, bukan tempat pembuangan,” prediksi Tadjul.

Adanya pagar atau tembok pembatas yang mengelilingi Asta Partelon Sergang sehingga terlihat ada petak-petak (bersekat) menunjukkan komplek pemakaman kerabat. “Ini kan seperti komplek pemakaman kerabat,” ucapnya.

Kenapa tidak ada tulisan angka atau huruf di batu nisan?. “Tulisan itu prasasti. Dan umumnya, ditulis oleh pemerintah, seperti raja,” katanya.

Baca Juga : Ada Gua Dekat Asta Waliyullah Desa Sergang Batuputih Sumenep

Sebelumnya, Kepala Desa Sergang, Moh. Duki, Jumat (3/9/2021) menjelaskan, pada batu nisan maupun tembok pembatas tidak ada tanda berupa angka atau huruf yang menunjukkan identitas atau tahun.

Pemilik lahan dan warga sekitar, kata dia, sudah tahu secara turun-temurun. Hanya saja belum terurus dengan baik. “Dan kondisi batu nisan dan lainnya tetap tidak ada perubahan sedikit pun sejak dulu,” katanya.

Warga setempat menyebut ‘Asta’ dan tidak ada penyebutan nama lain (nama orang). Lokasinya dekat dengan simpang tiga Desa Sergang (Asta Partelon/ Asta simpang tiga).

Duki sapaan akrab Moh. Duki bersama perangkat desa setempat baru merasa terketuk untuk memasang listrik saat ada warga yang datang untuk ziarah.

“Melalui musyawarah bersama warga dan perangkat desa, disepakati untuk dibersihkan serta pengadaan air dan listrik. Alhamdulillah, listrik dan air sudah ada,” ujarnya.

Pembersihan lokasi asta sudah berlangsung 20 hari. Warga sekitar kompak bergotong-royong. Dan masyarakat yang akan berziarah juga mulai ramai.

Rencana pemerintahan Desa Sergang akan melengkapi fasilitas untuk kebutuhan pengunjung. Salah satunya, pembangun musala dan MCK.

“Musala dan MCK sudah siap untuk dibangun,” ujarnya.

Pihaknya berharap, bagi pengunjung atau yang hendak melakukan ziarah agar tidak melakukan hal-hal yang negatif atau perbuatan menyimpang.

“Silakan ziarah, jaga kesopanan dan tidak dipungut biaya apapun,” tandasnya.(*)

Tonton Juga : Video PortalMaduraTV

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar