Astagfirullah, Ini Ancaman Bagi Orang yang Mengumpat

  • Bagikan
Ilustrasi orang mengumpat abc.net .au
Ilustrasi

PortalMadura.Com – Manusia memang makhluk yang tak sempurna, sering kali berbuat khilaf dan dosa terutama dalam hal perkataan. Pernahkah Anda mengalami kesal pada seseorang dan tidak bisa menahan emosi sehingga Anda tanpa sadar mengumpat pada orang itu? Namun tak jarang juga mengumpat adalah suatu kebiasaan sebagian orang. Naudzubillah. Lantas, bagaimana pandangan islam tentang hal ini?

Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga lisan dan berkata yang baik. Hal tersebut berlaku dalam kondisi apapaun, termasuk ketika marah atau kesal sekalipun.

Abu Hurairah radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah.” (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47)

Orang yang beriman tidak akan mengumpat baik dalam perkataan maupun dengan tingkah lakunya. Karena hal tersebut dapat mencelakakan pelakunya, hal tersebut diungkapkan dalam Al-Quran sebagai berikut: “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela” (QS. Al Humazah: 1)

Ayat ini adalah ancaman bagi orang yang mencela orang lain. Perbuatan mencela atau mengumpat itu dibahasakan dengan istilah ‘Hamaz’ dan ‘lamaz’. Hamaz adalah mencela dan mengumpat orang lain dengan isyarat dan perbuatan. Sedangkan lamaz adalah mencela orang lain dengan ucapan.

Ancaman ‘wail’ dalam ayat di atas adalah ancaman berat. Salah satu tafsiran menyatakan wail adalah lembah di neraka.

Al-Quran juga menyebut bahwa di antara orang yang tidak boleh diikuti adalah orang yang banyak mengumpat dengan kata-kata kotor.

“Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah.” (QS. Al Qalam: 11).

Syaikh As Sa’di dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan hamaz dalam ayat di atas adalah banyak mengumpat atau menjelekkan orang lain yaitu dengan mengghibahi atau merendahkannya dengan candaan, atau semacam itu.

Mungkin Anda sering mendengar peribahasa bahwa mulutmu adalah harimaumu. Ungkapan yang mengartikan bahwa perkataan yang keluar tanpa dipikirkan terlebih dahulu akan dapat merugikan diri sendiri. Mengumpat atau mencela itu bukanlah perbuatan baik. Perbuatan itu terlarang dalam Islam. Bahkan, bisa mendatangkan madharat bagi pelakunya. Tidak hanya itu, perbuatan tersebut mendatangakan ancaman azab neraka. Marilah kita berusaha bertutur kata yang baik sesuai anjuran Allah SWT agar kita selalu dilindungi oleh Allah SWT. Wallahualam.(islampos.com/Nanik)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.