Baca Doa Ini Setelah Wudu, Jangan Lupa!

Baca Doa Ini Setelah Wudu, Jangan Lupa!
Ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Sebelum melaksanakan ibadah salat, baik itu salat wajib lima waktu maupun sunah, umat Muslim diharuskan untuk berwudu terlebih dahulu. Karena wudu merupakan salah satu syarat sahnya salat dan diterima Allah SWT.

Dengan kata lain, wudu menjadi salah satu amalan yang agung di dalam Islam. Aktivitas ini tidak lain untuk mensucikan diri dari berbagai hadas sehingga ketika melakukan salat seseorang sudah dalam keadaan suci atau bersih.

Berbicara tentang wudu, umat Muslim juga dianjurkan untuk membaca doa sesudah wudu. Namun, terkadang sebagian orang lupa membacanya. Padahal, setelah wudu merupakan salah satu waktu yang tepat untuk berdoa.

Lantas, bagaimana bacaan doa sesudah wudu?. Ini dia bacaannya:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang haq kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya”.

Selain tentang doa setelah wudu, ada hal lain yang terkadang menjadi pertanyaan beberapa orang. Apa itu?. Yaitu perbedaan berwudu yang diterapkan oleh umat Islam. Tidak sedikit kejadian ini menimbulkan pertanyaan terkait bagaimana cara bersuci yang benar.

Dilansir Okezone.com, yang dikutip dari laman resmi Nahdatul Ulama (NU Online), berikut tata cara berwudu yang benar:

Baca Juga:  Ziarah Makam Raja Joharsari, Baca Surah Ini Agar Allah Cepat Kabulkan Hajatnya

Membaca Niat dengan Membasuh Muka

Pada dasarnya segala sesuatu harus disertai dengan niat, termasuk pula dalam pelaksanaan ibadah kepada Allah SWT. Niat merupakan fardu pertama bagi semua bentuk ibadah, salat, puasa, zakat, haji dan berbagai ibadah lainnya.

Ini mengikuti hadis nabi إنما الأعمال بالنيات Artinya: bahwasannya semua amal harus disertai dengan niat. Al-Mawardi mendifinisikan niat dengan qasdu syai’in muqtarinan bifi’lihi. Yaitu menyengaja sesuatu berbarengan dengan pelaksanaannya.

Oleh karena itu, berniat dalam wudu harus dibarengi dengan pelaksanaannya yaitu ketika membasuh muka. Karena membasuh muka merupakan hal pertama yang dilakukan dalam berwudu. Seperti halnya niat salat yang harus berbarengan dengan pengucapan takbiratul ihram (Allahu Akbar).

Membasuh Muka

Maksud dari membasuh muka ini adalah membasuh semua area muka. Batasan muka terbentang antara dua telinga dan memanjang antara tempat tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu tempat tumbuhnya rambut jenggot. Jika ada botak di kepala, yang ditumbuhi rambut tipis, maka botak itu harus ikut di basuh, karena termasuk dalam kategori muka.

Membasuh Kedua Tangan Sampai dengan Kedua Siku

Artinya membasuh dengan meratakan air ke segenap kulit tangan mulai dari ujung kuku, sela-sela jari hingga kedua siku, termasuk juga rambut yang tumbuh di atas kulit.

Begitu juga berbagai kotoran yang menempel di atas kulit, seperti cat ataupun tinta, semua harus dihilangkan terlebih dahulu. Karena menghalangi kulit dari air wudu.

Baca Juga:  Dalam Islam, Ini 3 Jenis Nafkah Suami Terhadap Istri

Mengusap sebagian Kepala

Andaikan mengusap semua kepala tidak apa-apa, ataupun membasuhnya juga boleh bahkan sekadar menempelkan telapak tangan yang telah dibasahi dengan air ke atas kepala tanpa menggerakkan tangan juga boleh.

Membasuh Kedua Kaki Sampai dengan Kedua Mata Kaki

Maksudnya, Anda perlu membasuh sela-sela jari, dan juga berbagai hal yang ada di atas kulit kaki seperti rambut yang tumbuh pada kulit kaki.

Catatan, laksanakan semua fardunya wudu di atas secara urut. Jika tidak urut, maka wudunya dianggap tidak sah, apalagi sampai melupakan satu dari kelimanya.

Sedangkan mencuci telapak tangan, mengusap telinga, berkumur, dan mengulangi tiga kali dalam setiap tindakannya merupakan sunah wudu.

Baca Juga : 5 Kesalahan Saat Wudu yang Sering Tak Disadari

Kesimpulannya, semua harus dilaksanakan dan bila ada yang tercecer, maka wudunya tidak sah. Inilah yang dimaksud dengan fardu. Maksudnya, fardu adalah semua hal yang harus dilaksanakan dan akan mengakibatkan gugur (tidak sah) jika ditinggalkan salah satunya. Wallahu A’lam.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.