oleh

Bagaimana Hukum Perbesar Payudara dalam Pandangan Islam?

PortalMadura.Com – Sampai saat ini banyak orang beranggapan bahwa cantik itu relatif. Maksudnya, seseorang yang dianggap cantik belum tentu juga tampak cantik di mata orang lain dan sebaliknya. Jadi bisa dikatakan definisi kecantikan itu berbeda-beda.

Berbicara soal kecantikan, sebenarnya bukan hanya urusan wajah atau bentuk tubuh saja, tapi juga terkait ukuran payudara yang bagi sebagian orang jika tampak besar akan lebih seksi. Tidak heran, banyak kaum hawa yang terobsesi untuk memperbesar payudaranya.

Selamat Ibadah Puasa

Cara yang dilakukannya itu baik dengan operasi plastik ataupun krim pembesar payudara yang banyak dijual di pasaran. Sebagian dari mereka rela mengeluarkan banyak uang agar bisa tampil seksi sebagaimana yang diinginkannya itu. Bahkan, mereka pun tidak peduli jika ada efek yang tentunya bisa berbahaya bagi tubuhnya itu.

Menyikapi hal itu, sebagai wanita Muslim tentunya sebelum melakukan operasi payudara sebaiknya mengetahui dulu bagaimana hukum Islam memandangnya.

Lantas, bagaimana hukum Islam tentang memperbesar payudara baik dengan cara operasi plastik ataupun mengaplikasikan krim pembesar?.

Dilansir PortalMadura.Com, Selasa (17/9/2019) yang dikutip dari laman Okezone.com, salah seorang pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadis Indonesia, Ustadz Fauzan Amin, menjelaskan soal mengubah anggota tubuh. Menurutnya, sejatinya dalam Islam hukumnya adalah haram.

Namun lebih spesifik diungkapkan, jika niatnya untuk menyenangkan suami, maka boleh dilakukan, tapi tetap dengan catatan cara yang dilakukan tidak mengundang mara bahaya bagi diri sendiri.

Mengubah sebagian atau seluruh tubuh kita (ciptaan Allah ) adalah haram, akan tetapi jika niat seorang istri untuk menyenangkan suami, maka hukumnya boleh-boleh saja dengan catatan cara yang digunakan tidak membahayakan dirinya. Boleh dengan minum obat-obatan herbal, tidak dengan melalukan operasi untuk memperbesar payudara karena hal itu jelas jelas dilarang syariat,” ungkap Ustadz Fauzan Amin.

Penjelasan di atas ia kuatkan dengan hadis Abu Hurairah, disebutkan oleh Rasulullah wanita yang paling baik adalah salah satunya jika dipandang ia selalu menyenangkan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّذِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِيمَا يَكْرَهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهِ

Artinya: Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam ditanya : “Wanita yang bagaimana yang paling baik?” Beliau menjawab, “Jika ia dipandang selalu menyenangkan, jika diperintah taat, dan tidak menyelisihinya terhadap perkara yang ia benci bila terjadi pada dirinya (istri) atau hartanya (suami),” (HR. Ahmad dan Nasa’i).

Dari hadis di atas bisa disimpulkan jika wanita yang paling baik adalah perempuan yang selalu terlihat menyenangkan ketika ia dipandang, apabila disuruh melakukan sesuatu ia taat pada perintah suaminya.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, ustadz Fauzan Amin juga menjelaskan, selain dilarang syariat dalam Islam, secara teknis operasi plastik jika menyertakan proses penambalan kulit dengan kulit lain, maka wudu untuk menunaikan salat akan terhalang.

Konsekuensi lain jika operasi kulit misal kulit asli ditambal dengan kulit lain maka wudu akan terhalang. Intinya, Islam melarang ini dilakukan baik wanita single, maupun yang janda. Jika niat baik untuk menghibur suami maka boleh saja, dengan catatan tidak sampai menambal kulit yang menyebabkan terhalangnya air wudu, misal hiasan alis sejenis tato. Boleh dengan minum obat-obatan herbal atau disuntik yang hasilnya berkembang secara alami, tidak dengan melakukan operasi seperti ditambah daging karena hal itu jelas-jelas dilarang syariat dan termasuk mengubah ciptaan Allah,” imbuhnya.

Baca Juga : Umat Islam, Ini Hukum dan Dalil Operasi Plastik yang Perlu Anda Ketahui

Terakhir, ustadz Fauzan Amin menerangkan sejatinya ciptaan yang terbaik adalah yang alami langsung dari Allah SWT. Memperindah diri dengan hiasan, Allah SWT juga mencintai keindahan, maka dari itu tidaklah dilarang asal tidak sampai ada niat untuk mengubah ciptaan Allah. Sebagaimana yang diterangkan dalam hadis yang berbunyi.

ان الله جميل يحب الجمال

Artinya : “Allah indah dan menyukai keindahan“.

Sebenarnya memperindah diri dengan hiasan tidak jadi masalah, namun jangan berlebihan. Alangkah baiknya Anda menjadi wanita ciptaan terbaik, di mana tidak perlu menambal kulit yang bisa menyebabkan terhalangnya wudu, dengan menerima secara alami lansung dari ciptaan Allah SWT. Wallahu A’lam.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : okezone.com

Komentar