Bakamla RI Bentuk Desa Maritim di Perbatasan Indonesia – Malaysia

Bakamla RI bentuk desa maritim di perbatasan Indonesia - Malaysia
Bupati Nunukan Asmin Laura (tengah) bersama dengan Kasi Kerja Sama Lembaga Pemerintah Bakamla Mayor Bakamla Akhmad Firdaus (kiri) usai pertemuan membahas kerja sama pembentukan desa maritim. (Bakamla - Anadolu Agency
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Jakarta – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan membentuk desa maritim di perbatasan Indonesia – Malaysia.

Kasi Kerja Sama Lembaga Pemerintah Bakamla Mayor Bakamla Akhmad Firdaus mengatakan desa yang rencananya akan menjadi desa maritim yakni Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. dilaporkan Anadolu Agency, Jumat (5/4/2019).

Keputusan kerja sama dilakukan setelah Kasi Kerja Sama Lembaga Pemerintah Bakamla Mayor Bakamla Akhmad Firdaus melakukan pertemuan dengan Bupati Nunukan Asmi Laura Hafid di Kalimantan Utara pada Kamis (4/4/2019).

Kasubbag Humas Bakamla Letkol Bakamla Mardiono mengatakan keduanya telah sepakat untuk segera menyusun rencana pelaksanaan MoU dan PKS, tentunya setelah mendapat restu dari pimpinan

“Program pembentukan desa maritim itu sendiri bagi Direktorat Kerja Sama merupakan tahun ke-dua yang pada tahun lalu telah dilaksanakan di Pandeglang, Sambas, dan Natuna,” ujar Mardiono melalui keterangan persnya.

Mardiono mengakui institusi yang mengemban fungsi Coast Guard tersebut mulai melirik daerah perbatasan yang dinilainya layak untuk dijadikan desa maritim.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.