Bappenas: Jumlah Penduduk Ibu Kota Baru Tidak Sebesar Jakarta

Bappenas Jumlah penduduk ibu kota baru tidak sebesar Jakarta
Warga Jakarta mencoba Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta, Indonesia pada 12 Maret 2019. (Anton Raharjo - Anadolu Agency)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Jakarta – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menjelaskan jumlah penduduk ibu kota baru Negara nantinya hanya sebesar 900 ribu pada skenario I atau 1,5 juta pada skenario II berdasarkan kajian yang telah dilakukan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan ibu kota baru tidak didesain untuk menggantikan Jakarta yang menampung lebih dari 10 juta penduduk.

“Katakanlah kota baru ini selesai pada 2025 dengan jumlah penduduk 1,5 juta tidak akan masuk ke dalam 10 kota besar di Indonesia,” jelas Menteri Bambang dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan hal tersebut berdasarkan data bahwa kota terbesar kesepuluh saat ini yakni Tangerang Selatan sudah memiliki jumlah penduduk 1,5 juta. dilaporkan Anadolu Agency, Selasa (30/4/2019).

Menteri Bambang menjelaskan ibu kota baru didesain untuk mendorong pemerataan ke luar Jawa karena opsi ini yang Presiden pilih daripada opsi membangun distrik pemerintahan di tengah kota ataupun membangun ibu kota baru di Jabodetabek.

“Besaran penduduk kota dikendalikan dan tidak dibiarkan jadi besar,” imbuh Menteri Bambang.

Dia menekankan pemindahan ibu kota ini bukan untuk menciptakan Jakarta kedua atau menciptakan kota pusat segalanya yang menggantikan Jakarta.

“Yang kita lakukan adalah membangun ibu kota baru hanya untuk pusat pemerintahan dan kegiatan komersial yang mendukung saja,” tegas Menteri Bambang.

Dia menjelaskan pemindahan ibu kota ini meniru beberapa Negara di dunia yang sudah dan akan memindahkan ibu kota seperti Korea Selatan yang berminat memindahkan ibu kota dari Seoul ke Sejong pada 2030 dengan jumlah penduduk hanya 500 ribu orang.

Menteri Bambang juga mengatakan Washington D.C sebagai ibu kota Amerika Serikat didesain bukan untuk menyaingi New York sebagai pusat bisnis dan keuangan AS.

Begitu pun dengan Brasilia ibu kota Brazil dengan penduduk hanya 2,5 juta orang tidak lebih besar dari Rio De Janeiro ataupun Sao Paolo.

“Tetapi paling tidak di tengah Brazil dengan Amazon yang jarang pembangunan dan penduduknya tertinggal, kini sudah ada ibu kota dan menjadi kota besar dengan pemerataan ekonomi,” tambah Menteri Bambang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.