oleh

Begini Niat, Tata Cara dan Bacaan Salat Iduladha Saat Wabah Corona

PortalMadura.Com – Dibandingkan salat Idulfitri, tata cara salat Iduladha mungkin sering kali terlupakan oleh sebagian orang. Hal ini karena pelaksanaannya tidak seperti Hari Raya Kemenangan yang sebelumnya melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh.

Kendati demikian, umat Islam tidak perlu khawatir, sebab pelaksanaan salat Iduladha tidak jauh berbeda dengan salat Idulfitri. Perbedaan dari keduanya hanya terletak pada niatnya.

iklan pilbup

Selain itu, mungkin Anda juga perlu melaksanakan beberapa sunah pada saat sebelum salat Iduladha. Misalnya, jika pada salat Idulfitri dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat, maka untuk salat Idul Adha dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu.

Untuk tata cara salat Iduladha harus dilakukan dengan benar sesuai sunah. Di masa pandemi seperti sekarang ini, bagi pelaksana salat Iduladha di masjid atau di lapangan, juga harus mematuhi protokol kesehatan yang telah dibagikan dari Kemenag.

Nah, berikut ini tata cara salat Iduladha di masa pandemi, seperti dikutip dari laman Liputan6.com, Kamis (30/7/2020):

Tata Cara Salat Iduladha

1. Niat salat Iduladha.

Pertama, niat sebagai imam: “Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa”. Artinya: “Saya niat salat sunah Iduladha dua rakaat sebagai imam karena Allah Taala”.

Kedua, niat sebagai makmum: “Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa”. Artinya: “Saya niat salat sunah Iduladha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Taala”.

2. Takbiratul ihram.

3. Membaca Doa Iftitah

4. Melakukan takbir zawa-id, sebanyak tujuh kali. Di antara setiap takbir, membaca kalimat tasbih yakni: “Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar”. Artinya: “Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar”.

5. Setelah akhir takbir ke tujuh, membaca surah Al Fatihah.

6. Dilanjutkan dengan membaca surah pendek atau ayat-ayat Alquran (dianjurkan untuk membaca surah al-A’la)

7. Ruku’ dengan tuma’ninah.

8. I’tidal dengan tuma’ninah.

9. Sujud dengan tuma’ninah.

10. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.

11. Sujud kedua dengan tuma’ninah.

12. Bangkit dari sujud dan bertakbir.

13. Melakukan takbir zawa-id sebanyak lima kali, di antara takbir membaca kalimat tasbih.

14. Membaca surah Al Fatihah.

15. Dilanjutkan dengan membaca surah dan ayat Alquran.

16. Ruku’ dengan tuma’ninah.

17. I’tidal dengan tuma’ninah.

18. Sujud dengan tuma’ninah.

19. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.

20. Sujud kedua dengan tuma’ninah.

21. Duduk tasyahud dengan tuma’ninah.

22. Mengucapkan salam.

23. Mendengarkan khotbah.

Itulah beberapa tata cara salat Iduladha yang perlu Anda terapkan dengan benar.

Baca Juga: Mengapa Umat Muslim Dianjurkan Tidak Makan Sebelum Salat Idul Adha? Berikut Penjelasan Hadisnya!

Panduan Salat Idul Adha di Masa Pandemi Corona

Tata cara salat Iduladha tentunya harus diterapkan dengan baik seperti yang telah disebutkan di atas. Selain itu, pada masa pandemi corona ini, Anda perlu menerapkan berbagai himbauan dari pemerintah agar tetap menjaga kesehatan.

Pelaksanaan salat Iduladha harus memerhatikan protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat, terutama jika mengadakannya di lapangan yang tentunya akan mengundang banyak orang.

Dikutip Liputan6.com dari Kanwil Kemenag DIY, salat Iduladha boleh dilakukan di lapangan/masjid/ruangan dengan persyaratan sebagai berikut:

1. Menyediakan petugas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan salat Iduladha.

2. Melakukan pembersihan dan disinfeksi di area tempat pelaksanaan salat Iduladha.

3. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk tempat pelaksanaan agar memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.

4. Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/ hand sanitizer di pintu/jalur masuk dan keluar.

5. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu/jalur masuk. Jika ditemukan jemaah dengan suhu >37,5’C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan.

6. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 1 meter.

7. Mempersingkat pelaksanaan salat dan khotbah Iduladha tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya.

8. Tidak mewadahi sumbangan/sedekah jemaah dengan cara menjalankan kotak, karena berpindah-pindah tangan rawan terhadap penularan penyakit.

9. Penyelenggara memberikan himbauan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan pelaksanaan salat Iduladha yang meliputi: Jemaah dalam kondisi sehat; Membawa sajadah/alas salat masing-masing; Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan; Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

Kemudian, menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan; Menjaga jarak antar jemaah minimal 1 (satu) meter; Menghimbau untuk tidak mengikuti salat Iduladha bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19.

Berbagai panduan tersebut harus diikuti dengan benar, jangan sampai tata cara salat Iduladha dan panduan pelaksanaannya saat pandemi corona ini tidak dilaksanakan. Hal ini supaya kesehatan Anda dan orang lain tetap terjaga. Wallahu A’lam.

Rewriter : Salimah
Sumber : liputan6.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar