oleh

Belasan Mahasiswa Ngeluruk Kesmas

SUMENEP (PortalMadura) – Belasan aktifis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi (PMII) Komisariat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumenep, Madura, Jawa Timur ‘ngeluruk’ Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) setempat. Mereka meminta transparansi proses pemberian beasiswa.

“Kami menilai proses beasiswa ini tidak transparan. Kesmas hanya mengambil data dari Bappeda, artinya penerima itu bisa jadi mahasiswa yang sudah pernah menerima sebelumnya,” tuding, Ahmad Faidi, korlap, Selasa (21/01/14).

Dia juga menduga, penetapan penerima beasiswa itu tidak melibatkan tim yang sudah diberi Surat Keputusan (SK) oleh bupati seperti Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS). Akibatnya, penerima beasiswa diduga banyak titipan.

“Seharusnya kan DPKS sebagai tim yang diberi kewenangan dalam tim penerimaan beasiswa itu dilibatkan, tapi ternyata tidak,” ungkapnya.

Saat ini, sebanyak 225 mahasiswa telah diputuskan sebagai penerima beasiswa itu. Namun karena dinilai tertutup, pihaknya meminta untuk dibukan kembali penerimaan beasiswa tersebut.

“Kami minta dibukan kembali penerimaan beasiswa, berikan kesempatan bagi mahasiswa yang lain untuk mengajukan permohonan beasiswa,” pungkasnya.(arif/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE