oleh

BEM Unija Sumenep Demo Proyek 'Maut'

SUMENEP (PortalMadura) – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Wiraraja (Unija) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar aksi turun jalan. Mereka mempersoalkan proyek pelebaran jalan disepanjang jalan Trunojoyo, Sumenep yang mengganggu pengguna jalan hingga menelan korban jiwa.

“Proyek pelebaran jalan sangat mengganggu aktifitas lalu lintas dan telah menelan korban jiwa. Kami menamakan proyek itu, ‘Proyek Maut’,” tegas Buhara, Ketua Presiden Mahasiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM) Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Jumat (14/11/2013).

Dia menyebutkan, jika proyek pelebaran jalan sepanjang 1 kilo meter (km) tersebut menyebabkan terjadinya laka lantas hingga lima (5) kali. Satu laka diantaranya, menelan korban jiwa. “Tak ada tanda atau rambu-rambu jalan jika ada proyek. Sehingga pengguna jalan sangat terganggu dengan proyek maut itu,” ujarnya.

iklan hari santri

Disisi lain, pihak kontraktor tidak memperhatikan situasi jalan. Tumpukan material dibiarkan berserakan. Bahkan, pada malam hari tak terlihat ada penerangan atau lampu yang menandakan ada pekerjaan proyek. “Proyek perbaikan jalan itu, terkesan asal-asalan. Saya pikir sudah selayaknya, pihak eksekutif maupun legislatif memberi sangsi pada pemegang proyek,” tandasnya.

Selain berorasi disepanjang jalan Trunojoyo dan didepan Kantor DPRD Sumenep, pendemo juga membawa poster yang bertuliskan, “Menuntut pekerjaan proyek pelebaran jalan segera dituntaskan”.

Kepala Dinas PU Bina Marga, Sumenep, Edy Rasiyadi, mengaku telah mengingatkan kontraktor agar dalam proyek pelebaran jalan Trunojoyo tidak sampai mengganggu pengguna jalan. “Pekerjaan proyek itu ditargetkan selesai pada pertengahan bulan Desember mendatang. Tapi, diupayakan lebih cepat selesai, sehingga tidak mengganggu aktivitas lalu lintas,” tandasnya.(Ida/Htn).


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.