oleh

Benarkah Air Jeruk Nipis Bisa Bersihkan Paru-paru Akibat Rokok? Ini Jawabannya

PortalMadura.Com – Pernah mendengar ucapan bahwa merokok bisa mengakibatkan racun yang masuk dalam paru-paru. Dengan adanya ucapan tersebut, salah satu akun instagram memaparkan sebuah solusi sebagai bahan alami untuk membersihkan paru-paru bagi setiap orang yang merokok dengan gunakan air jeruk nipis.

“Jeruk nipis memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan, seperti vitamin, mineral, dan lainnya. Sehingga, air jeruk nipis dapat menurunkan kadar nikotin hingga 70,65 persen dalam tubuh. Bahkan, air jeruk nipis juga dapat digunakan sebagai cara untuk menghilangkan kebiasaan merokok,” tulis sebuah akun beridentitas @Indohealth.id, dilansir PortalMadura.Com, Kamis (26/3/2020), dari laman Liputan6.com.

Namun, benarkan bahwasannya air jeruk nipis bisa membersihkan paru-paru bagi orang yang merokok?.

Perihal pertanyaan tersebut salah satu dokter Spesialis Paru Mohammad Arifin Nawas, mengatakan:

“Salah, mitos,” kata Arifin saat ditanya melalui telepon.

Menurutnya, tidak ada hubungan antara paru-paru dengan air jeruk nipis. “Paru-paru itu beda, kan dia saluran nafas. Kalau jeruk nipis kan masuk melalui lambung, jadi tidak akan menuju kesana,” jelas Arifin.

Cara mengatasi masalah tersebut, dokter Spesialis Paru Mohammad Arifin Nawas, mengatakan bahwa untuk membersihkan paru-paru dari asap rokok Anda bisa gunakan obat-obatan yang disebut dengan mukolitik. Selain itu, dapat juga melakukan kultur dahak, atau sputum.

“Kita menggunakan obat-obatan yang nanti menghasilkan, yang kita sebut dengan sputum. Sputumnya dibersihkan sehingga bisa mengeluarkan sisa-sisa yang ada di saluran pernapasan. Jadi berupa obat, yang mukolitik,” kata dokter lulusan Universitas Indonesia itu.

Baca Juga: Penting! Ini 6 Makanan Pembersih Paru-paru yang Baik Untuk Perokok

Selain dengan menggunakan pengebotan medis, Arifin juga menegaskan bahwa bahan-bahan alami belum bisa membersihkan paru-paru, dan dalam menanggapi air jeruk nipis sebagai solusi, dia menjawab teori tersebut tidak berdasarkan bukti yang jelas.

Meskipun rokok memiliki dampak minimal 30 tahun. Ia menyarankan bagi siapapun untuk tidak merokok, karena menurut ia kemampuan paru-paru akan berkurang setiap kali setelah merokok.

Ketika seorang sudah merokok pastinya ia akan sulit untuk berhenti dari rokok, karena kandungan nikotin yang ada di dalamnya, akan lengket pada saraf-saraf di otak, sehingga nanti kalau bau rokok, dia jadi ingin merokok lagi dan lagi,” jelas ucapan Arifin.

Jika Anda ingin berhenti dari rokok, dokter tersebut menyarankan agar memiliki keyakinan dari diri sendiri dan berfikir positif bahwasannya Anda pasti bisa untuk berhenti dari rokok.

Rewriter : Azizah
Sumber : Liputan6.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar