oleh

Benarkah Dipuji Guru Bisa Bikin Murid Lebih Fokus? Ini Jawaban Studi

PortalMadura.Com – Cara mengajar setiap guru pada muridnya tentu berbeda-beda. Ada yang cenderung terlalu ketat sebagaimana aturan yang ditetapkan dalam suatu sekolah, ada juga yang terlihat santai. Semua itu tidak lepas dari gaya mereka masing-masing.

Meskipun gayanya berbeda-beda, tapi tujuannya tentu harus tetaplah sama yaitu mendidik siswa. Dalam prosesnya, tentu ada tantangan tersendiri yang harus dijalani. Karena, selain siswa yang rajin dan pintar, murid yang cenderung tidak patuh pun tidak bisa dihindari.

Oleh karena itu, tidak jarang seorang guru kemudian menegurnya sebagai bentuk pelajaran agar ia tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tapi tahukah Anda, seorang murid juga butuh dipuji agar ia lebih fokus dalam belajarnya.

Sebagaimana menurut sebuah studi baru dari Universitas Brigham Young (BYU), anak akan lebih fokus mengerjakan tugas hingga 30 persen ketika guru memuji mereka atas perilaku yang baik, dibandingkan menegur.

“Apa yang kami temukan adalah agar guru lebih banyak memuji dan kurangi menegur jika mereka ingin meningkatkan perilaku siswa di ruang kelas sekolah dasar,” kata pemimpin penelitian dari Sekolah Pendidikan David O. McKay di BYU, Dr. Paul Caldarella, seperti dilansir Okezone.com, yang dikutip dari ABC News.

Caldarella juga menambahkan bahwa penelitian sebelumnya sangat disayangkan karena menunjukkan bahwa guru lebih cenderung menegur siswa untuk perilaku bermasalah dibandingkan memuji siswa untuk perilaku yang baik.

Kejadian ini bisa dibilang sudah umum terjadi di lingkungan sekolah. Namun siapa sangka, hal itu ternyata akan berdampak negatif dan memperburuk perilaku siswa.

“Sebuah gagasan bahwa pujian dapat menghasilkan fokus yang lebih besar daripada hukuman sudah tidak mengejutkan lagi. Bahkan, itu didukung oleh sains,” kata seorang psikiater anak dan remaja di Rumah Sakit Umum Massachusetts dan Sekolah Kedokteran Harvard dan salah satu pendiri Brainstorm, Lab Stanford untuk Inovasi Kesehatan Mental, Dr. Neha Chaudhary.

Tahukah Anda, ketika anak menerima pujian, hal itu mengaktifkan senyawa kimiawi terkait perasaan baik tertentu di otak. Senyawa kimiawi ini dapat meningkatkan fungsi di bagian otak yang bertanggung jawab untuk hal-hal seperti fokus, perhatian, perencanaan dan pemecahan masalah.

“Ketika hukuman digunakan, itu dapat mengaktifkan bagian otak yang bertanggung jawab atas rasa takut,” jelas psikiater itu, “Ketika respons rasa takut diaktifkan, senyawa kimiawi yang dilepaskan sebenarnya dapat mengaburkan bagian-bagian otak yang diperlukan untuk fokus”.

Para peneliti telah menghadiri 151 kelas di 19 sekolah dasar di Missouri, Tennessee, dan Utah. Selama periode tiga tahun mereka mengamati 2.536 siswa dari TK hingga kelas enam.

Pujian Dapat Memotivasi Anak

Studi ini menunjukkan bahwa pujian merupakan praktik penting bagi guru untuk dapat membantu memotivasi siswa agar bekerja lebih keras, terutama anak-anak yang cenderung mengganggu di kelas atau sedang berjuang secara akademis.

Namun, tampaknya tidak ada rasio yang sakti antara pujian dan kritik untuk bisa mengarah pada fokus terbesar di ruang kelas.

Para peneliti di masa lalu telah memberikan rasio spesifik dari pernyataan positif dengan yang harus diterima siswa negatif. Tetapi yang ditemukan oleh para peneliti adalah tidak ada rasio tertentu, semakin tinggi pujian semakin baik hasilnya.

Baca Juga : 2 Cara Tepat Memuji Anak yang Perlu Orang Tua Perhatikan

“Menggunakan pujian atas hukuman juga akan memberikan manfaat di lingkungan luar kelas. Siapa pun yang berperan sebagai pengasuh, harus memikirkan hal ini sehari-hari, mulai dari orang tua, pelatih, pembimbing setelah sekolah, hingga dokter anak,” kata Chaudhary.

Chaudhary mencatat bahwa selama dilakukan dengan benar, kritik yang membangun bukanlah hal yang baru. Sebagai ganti hukuman, kritik yang membangun dapat digunakan, tetapi harus diimbangi dengan pujian untuk menciptakan lingkungan yang aman, di mana anak-anak dapat termotivasi untuk fokus, belajar, dan tumbuh.

Jadi, memuji murid menjadi hal penting yang perlu dilakukan oleh seorang guru untuk mengubah perilaku siswa dan agar ia lebih fokus dalam belajarnya.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : liputan6.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar