oleh

Beragam Motif, Batu Nisan Bunga Teratai & Tahun Arab Pegon Warnai Penemuan Makam Kuno di Batang-batang Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Penemuan makam kuno bernuansa Islam di Bukit Pal, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menjadi perhatian warga sekitar.

Belum terungkap asal usul dan siapa saja yang ada di pemakaman kuno yang letaknya berada di batas Desa Batang-batang Laok dan Desa Batang-batang Daya, Kecamatan Batang-batang, Sumenep itu.

Sabtu (11/4/2020), M. Hairil Anwar dari Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Sumenep, bersama Komunitas Songennep Tempo Doeloe, Faiq Nur Fikri, dan pelaku wisata Madura Syaiful Anwar serta Tim PortalMadura.Com turun ke lokasi.

Temuan di lapangan, pada sisi barat di areal pemakaman yang baru ditemukan oleh warga tersebut berjajar puluhan batu nisan. Corak dan motif serta jenis batu nisan jauh berbeda dengan batu nisan berlanggam Madura yang ada di bagian timur.

Sebagian batu-batu nisan tersebut bertuliskan Arab Pegon. Ada tulisan angka Arab yang menunjukkan bulan dan tahun serta bacaan dua kalimat syahadat serta tulisan lain yang sulit untuk diurai.

Bagian Barat

Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Sumenep, M. Hairil Anwar menyebutkan, dari seni pahatan batu nisan yang ada, lebih dekat setelah Mataram Islam.

Corak dan motifnya beragam. Misalnya, ada batu nisan bergambar Kelopak Bunga Teratai atau motif floral (simbol tumbuhan/bunga), sulur-sulur (suluran/simbol kesuburan).

motif floral
Batu Nisan bermotif floral (simbol tumbuhan/bunga) @PortalMadura.Com

Sumber: Puget Tech Kode Redeem FF

“Gaya-gaya kurawa, floral seperti kelopak teratai itu pengaruh dari Jawa. Bagian barat (nisan, red) pengaruh Jawanya kuat sekali,” katanya.

Yang perlu di kaji untuk mengungkap asal usul dan siapa, kata dia, misalnya ada tidaknya orang yang diutus pada pemerintahan saat wilayah Batang-batang menjadi kewedanan atau pada saat kepemimpinan distrik timur daya.

“Kita tahu, Batang-batang pernah menjadi kewedanan,” terangnya.

Lokasi penemuan makam kuno tersebut juga tidak jauh dari pusat pemerintahan, baik waktu kolonial maupun saat ini.

Pihaknya memastikan jika keberadaan makam kuno di Bukit Pal sudah pada masa perkembangan Islam.

“Bukan masuknya Islam, karena pada batu nisannya sudah menggunakan motif floral (simbol tumbuhan/bunga), sulur-sulur (simbol kesuburan) dan Islam sudah berkembang pesat waktu itu,” tandasnya.

Baca Juga : Tertua, Tiga Nisan Langgam Madura di Bukit Pal Batang-batang Sumenep

Bahan Kajian

Dua batu nisan di lokasi penemuan makam kuno tersebut terdapat tulisan Arab Pegon dan angka yang kemungkinan menunjukkan tahun hijriyah.

Nisan pertama (untuk memudahkan penyebutan), lokasinya berada di belakang makam yang menggunakan langgam Madura pada bagian timur, yakni ada angka Arab Pegon 1231.

(Anggaplah angka hijriyah yang menunjukkan tahun) maka tahun masehinya 1810. (Maka umur makam tersebut 210 tahun).

Arab Pegon 1231 1
Nisan bertuliskan Arab Pegon dan terdapat angka 1231 (@portalmadura.com)

Jika disandingkan dengan kepemimpinan Sumenep pada masa itu, adalah masa kerajaan dengan Adipati Panembahan Somala (Kanjeng R. Tumenggung Ario Natakusuma) yang berkuasa pada tahun 1762 – 1811 M.

Nisan kedua (untuk memudahkan penyebutan) yang terdapat tulisan Arab Pegon dengan angka yang menunjukkan tahun ditemukan pada batu nisan bagian berat. Posisi nisannya di atas dari puluhan batu nisan yang berjajar bermotif jawa.

Angka yang tertera 1382. (Anggaplah angka hijriyah yang menunjukkan tahun) maka tahun masehinya 1961.

Arab Pegon 1382 1
Nisan bertuliskan Arab Pegon dan terdapat angka 1382 (@portalmadura.com)

Jika disandingkan dengan kepemimpinan Sumenep pada masa itu, sudah bukan masa kerajaan, tapi Sumenep sudah dipimpin seorang bupati, yakni R. Abdullah Mangunsiswo yang menjabat tahun 1960 hingga 1963 M.

Bukan Awal Masuknya Islam

Makam kuno yang ditemukan warga di Bukit Pal, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep tidak diyakini berhubungan dengan masuknya Islam ke Kabupaten Sumenep.

Sejumlah pihak menyebutkan, Islam masuk Sumenep pada masa kepemimpinan Panembahan Joharsari yang berkuasa pada tahun 1319 – 1331 M. (masuknya Islam ke Sumenep masih diperdebatkan).

Cicit dari Arya Wiraraja ini yang makamnya ada di Kecamatan Bluto, Sumenep berada di urutan kelima pada kepemimpinan pemerintahan Sumenep.

Arya Wiraraja sendiri didaulat menjadi Adipati Sumenep pada tahun 1269 – 1292 M dan ditetapkan sebagai hari jadi Sumenep, 31 Oktober. Hingga tahun 2020, Sumenep memasuki usianya yang ke 751 tahun.

Pembersihan Berlanjut

Peta lokasi penemuan makam Islam dengan batu nisan langgam Madura di Kecamatan Batang batang Sumenep
Kotak merah adalah peta lokasi penemuan makam Islam dengan batu nisan langgam Madura dan ada pengaruh jawa di Kecamatan Batang-batang Sumenep, Madura, Jawa Timur (google)

Pembersihan dan pencarian makam kuno di Bukit Pal oleh warga sekitar tetap berlangsung. Warga menginginkan makam-makam yang sudah tertimbun dapat diketahui semuanya. Hampir setiap hari warga sekitar bergotong-royong.

Penemuan makam kuno dan batu-batu nisannya memiliki nilai seni Islam tersebut berada di Bukit Pal, Batang-batang Sumenep, yakni perbatasan Desa Batang-batang Laok dan Desa Batang-batang Daya (Arah timur laut SMPN I Batang-batang).(*)

Artikel Penemuan Makam Kuno yang diprediksi setelah Mataram Islam di Bukit Pal Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Madura terus akan di update di PortalMadura.Com.

Penulis : Hartono
Editor : Hartono
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE