oleh

Beri Nafkah Keluarga Bisa Hapus Dosa, Benarkah?

PortalMadura.Com – Setiap manusia pasti melakukan dosa, ada dosa besar dan ada dosa kecil. Ada beberapa dosa yang bisa terhapus oleh amalan ibadah yang dilakukan, seperti dari ibadah salat, puasa, sedekah bahkan naik haji. Namun ada dosa yang terhapus hanya dengan melakukan satu hal saja. Apa itu?.

“Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tidak bisa dihapus (ditebus) dengan pahala shalat, sedekah atau haji namun hanya dapat ditebus dengan kesusah-payahan dalam mencari nafkah. (HR. Ath-Thabrani)

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Semua orang yang bersusah payah mencari nafkah merupakan sesuatu yang disukai oleh Allah dan bisa membuat dosa-dosa Anda terhapuskan. Jadi, bekerja sebenarnya merupakan suatu kenikmatan dan bentuk ibadahAnda juga kepada Allah selama pekerjaan kita adalah sesuatu yang halal dan diridhoiNya.

Sangat aneh jika ada orang yang malas-malasan bekerja atau bekerja dengan kualitas rendah dikarenakan hanya mengharap gaji saja alias makan gaji buta, padahal pekerjaan tersebut jika ditekuni dengan baik merupakan sumber penghapus dosa-dosa yang dilakukannya.

“Barang siapa di sore hari merasa kecapaian, karena seharian bekerja mencapai kecukupan keluarga, maka pada sore hari itu pula dia mendapatkan curahan ampunan dosa.” (HR. Thabrani dari Ibnu Abbas).

Dalam hadis lainnya, Rasulullah pun mengatakan bahwa nafkah yang Anda berikan untuk keluarga bisa masuk dalam kategori sedekah. Artinya, Anda perlu bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaan yang diamanahkan, karena kelelahannya bisa menghapus dosa-dosa, dan hasilnya bisa menjadi sedekah.

Rasulullah menegaskan: “Apa saja yang engkau makan untuk dirimu sendiri adalah termasuk sedekah. Apa saja yang engkau berikan kepada anakmu adalah termasuk sedekah. Apa saja yang engkau berikan kepada istrimu adalah termasuk sedekah. Dan apa saja yang engkau berikan kepada pembantumu adalah termasuk sedekah bagi dirimu.” (HR Thabrani dari Miqdam bin Ma’dikariba).

Di riwayat lain, Rasulullah pun telah menegaskan: “Barangsiapa menginfakkan harta untuk diri sendiri dengan maksud untuk menjaga kehormatan diri, maka hal itu adalah termasuk amal sedekah. Dan barangsiapa menginfakkan hartanya untuk kepentingan anak, istri, dan keluarga yang menjadi tanggungannya, maka hal itu adalah termasuk amal sedekah.” (HR Ahmad dari Abu Umamah Al-Bahili).

Setelah mengetahui hal ini seharusnya Anda tidak lagi bermalas-malasan dalam bekerja, apalagi makan gaji buta dengan bekerja sekadarnya saja jika diawasi oleh perusahaan, jika tidak dalam pengawasan malah bekerja seenaknya sendiri atau mencuri-curi waktu untuk melakukan hal yang hanya mengutamakan kepentingan pribadi. Semoga Anda terinspirasi untuk bekerja dengan giat tanpa mengeluh. (ummi-online.com/Desy)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar