oleh

Berikut 7 Amalan Ibadah yang Tetap Bisa Dilakukan Saat Haid

PortalMadura.Com – Jangan khawatir bagi perempuan muslimah tidak bisa melakukan amalan ibadah saat haid (datang bulan), masih ada beberapa amalan ibadah yang bisa dilakukan meskipun dalam keadaan haid.

Agama Islam tidak melarang umatnya untuk beribadah, selama tidak melanggar aturan. Karena setiap manusia dituntut untuk menjalankan ibadah selama nafas masih ada di dalam raga, dan tujuan manusia diciptakan di bumi untuk beribadah kepada Allah SWT.

Dilansir dari laman Umma.id, Jumat (23/10/2020), di bawah ini pembahasan mengenai 7 amalan ibadah yang tetap bisa dilakukan saat haid:

Membaca Alquran Tanpa Menyentuh Lembaran Mushaf

Boleh menyentuh ponsel atau tablet yang ada konten Alqurannya. Karena benda semacam ini tidak dihukumi Alquran. Sehingga, bagi perempuan muslimah ketika haid yang ingin tetap menjaga rutinitas membaca Alquran, sementara dia tidak memiliki hafalan, bisa menggunakan bantuan alat, komputer, atau tablet atau semacamnya.

Berzikir dan Berdoa

Baik yang terkait waktu tertentu, misalnya doa setelah azan, doa seusai makan, doa memakai baju atau doa hendak masuk WC,dll.

Membaca Zikir Mutlak Sebanyak Mungkin

Seperti memperbanyak tasbih (subhanallah), tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah), dan zikir lainnya. Ulama sepakat perempuan haid atau orang junub boleh membaca zikir. (Fatawa Syabakah Islamiyah, No. 25881).

Belajar Ilmu Agama

Seperti membaca membaca buku-buku islam. Sekalipun di sana ada kutipan ayat Alquran, namun para ulama sepakat itu tidak dihukumi sebagaimana Alquran, sehingga boleh disentuh.

Mendengarkan Ceramah, Bacaan Alquran dan Semacamnya

Bisa mendengarkan pidato atau ceramah tentang keagamaan yang bisa meningkatkan iman dan amal ibadah kita, tentunya tidak masalah dilakukan meskipun sedang datang bulan. Begitu pula saat mendengarkan orang mengaji atau membaca Alquran, tetap mendapatkan pahala.

Bersedekah, Infak, atau Amal Sosial Keagamaan Lainnya

Saat haid tiba tidak masalah untuk melakukan sedekah, infak, atau amal sosial keagamaan lainnya. Justru hal ini bisa menggantikan pahala ibadah wajib yang tidak bisa kita lakukan, lantaran perempuan haid tidak boleh melakukannya.

Menyampaikan Kajian, Sekalipun Harus Mengutip Ayat Alquran

Karena dalam kondisi ini, dia sedang berdalil bukan menyentuh dan membaca Alquran. Jadi tidak ada masalah bagi perempuan muslimah ketika haid melakukan amalan seperti ini dan sangat di anjurkan untuk saling berbagi ilmu kepada orang lain.

Rewriter : Muthmainnatul Lizamah
Sumber : umma.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.