Bolehkah Jamak Salat Karena Alasan Pekerjaan?

Rewriter: Putri KuzaifahRujukan: Republika.co.id
Bolehkah-Jamat-Salat-Karena-Alasan-Pekerjaan
Ilustrasi (ddhk.org)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Sebagaimana diketahui, salat merupakan suatu kewajiban yang harus ditunaikan pada waktunya. Namun, ada keringanan bagi umat muslim, dimana ia bisa menjamak salat dengan alasan syar’i atau uzur (halangan), seperti sedang dalam perjalanan dan terjadi hujan lebat.

Adapun salat yang boleh dijamak yaitu pada waktu Zuhur-Asar dan Magrib-Isya. Kemudian, apakah boleh menjamak salat jika tidak memiliki uzur tersebut?. Misalnya karena alasan pekerjaan sehingga perlu dijamak?.

Untuk mengetahui jawabannya, mari simak penjelasan berikut ini sebagaimana dilansir PortalMadura.Com, Kamis (12/5/2022) dari laman Republika.co.id:

Anggota Fatwa Dar al-Ifta Mesir, Syekh Amr al-Wardhani menuturkan, menjamak salat tanpa uzur itu dibolehkan asalkan ada dalam keadaan darurat dan dengan syarat bahwa itu bukanlah kebiasaan.

Dalam riwayat Ibnu Abbas, dia berkata, “Rasulullah SAW pernah menjamak antara salat Zuhur dan salat Asar, dan salat Magrib dan Isya di Madinah pada hari ketika tidak ada ketakutan dan tidak pula hujan.” (HR Muslim)

Syekh Wardhani menjelaskan, beberapa perawi hadis menyampaikan alasan mengapa Nabi SAW menjamak salat dan membenarkan perbuatan Nabi tersebut, seperti yang dikatakan Ibnu Abbas, “Supaya beliau SAW tidak mempermalukan umatnya.”

Ulama madzhab Syafi’i, Imam Nawawi membolehkan menjamak salat tanpa uzur musafir maupun hujan lebat. Namun, seperti paparan Syekh Wardhani, syaratnya ialah tidak menjadikannya sebagai kebiasaan.

“Gunakan rukhsoh ini (keringanan) bila memang diperlukan atau darurat. Misalnya karena kondisi pekerjaan, transportasi, atau hal lain. Tetapi tidak boleh menggunakan rukhsoh ini jika dalam keadaan normal,” tuturnya.

Namun, bagaimana pun, yang paling utama adalah salat di awal waktu. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya salat itu adalah fardu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS An Nisa ayat 103)

Dalam hadis riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, “Seutama-utamanya amal adalah salat pada waktunya, dan berbakti kepada orang tua, dan juga berjihad.” Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.