oleh

Bunda, Mau Optimalkan Perkembangan Otak Si Kecil? Coba Permainan-permainan Ini

PortalMadura.Com – Hakikatnya, untuk mengembangkan kinerja otak anak tidak cuma bisa dilakukan di sekolah atau tempat les yang berhubungan dengan buku-buku pelajaran. Namun, kinerja otak si kecil juga bisa diasah melalui permainan seru yang bisa dilakukan di rumah.

Sebagaimana para ahli menyebut, bahwa permainan dapat membantu mempercepat keterampilan verbal dan motoriknya dengan cara menyenangkan.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

“Hampir 90 persen otak anak sudah terbentuk saat usia 5 tahun. Periode 0-5 tahun adalah periode yang paling penting di mana mulai dari pembentukan sel otak sendiri melalui nutrisi dan bagaimana cara menghubungkan sel-sel saraf satu dengan lainnya dengan cara mengasahnya, yaitu dalam bentuk stimulasi,” ujar Head of Medical Kalbe Nutritionals, dr.Muliaman Mansyur.

Maka dari itu, untuk menstimulasi otak si kecil, orang tua bisa mengajaknya bermain beberapa permainan seperti lego, puzzle, maze, sampai word hunt. Permainan-permainan seperti itu bisa membantu anak mengenal bentuk, warna, kata, hingga mempertajam kemampuan mengingatnya.

Baca Juga: Bunda, Ternyata 8 Kegiatan Sederhana Ini Bisa Tingkatkan Perkembangan Otak Si Kecil

“Tentunya di setiap permainan yang disukainya, anak akan mempelajari sesuatu dan akan mengingatnya. Jadi, permainan bisa merangsang sel saraf dan menghubungkan sel satu dengan yang lain sekaligus mengajarinya proses belajar terhadap sesuatu, baik benda maupun pengetahuan dan daya ingat,” sambungnya.

Namun saat si kecil bermain, lanjut Muliaman, pastikan orang tua juga ikut menemaninya bermain agar kemampuan berbicara anak ikut terasah. Dengan begitu, kelak anak tidak akan tumbuh menjadi sosok pendiam.

“Saat bermain usahakan juga pilih permainan yang bisa melatih motorik atau alat geraknya. Jadi, kalau melihat permainan tersebut terlihat perlunya orang tua terlibat saat anak bermain supaya terbentuk komunikasi dua arah yang akan memberikan manfaat emosional bonding dengan orang tua,” ujar Muliaman.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar