oleh

Buruh Tak akan Coblos Jokowi, Lantas Siapa ?

Jakarta – Para serikat buruh memastikan akan menyatukan suara untuk mendukung salah seorang calon presiden (capres), dan akan diumumkan pada momentum Hari Buruh Internasional 1 Mei nanti. Namun capres itu bukanlah Joko Widodo alias Jokowi.

Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, sosok capres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu tidak lagi populer di kalangan buruh.

Sebab, kata Iqbal, Gubernur DKI Jakarta itu sudah terbukti tidak membela kaum buruh saat penentuan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta tahun 2014. Jokowi tidak mengabulkan permintaan buruh 50 persen kenaikan upah, menjadi Rp3,7 juta.

“Di mata buruh (Jokowi) tidak (populer), kalau melihat keputusan upah kemarin dia pro upah murah. Mungkin tetap ada buruh yang memilih dia, tetapi Presiden yang berorientasi upah murah pasti akan memunculkan resistensi,” ujar Iqbal dalam seminar di FISIP UI, Depok

Saat menaikkan upah buruh secara signifikan di tahun pertamanya, Jokowi hanya meneruskan keputusan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Fauzi Bowo. Iqbal menyebut, saat itu Jokowi hanya melakukan politik pencitraan.(htn)

*sumber deliknews dot com


Komentar